Hari Wuryanto Kejar Produksi Padi 10 Ton per Hektare, Siapkan Benih Unggul hingga Irigasi ‎

Bupati Madiun Hari Wuryanto targetkan produktivitas padi menjadi 10 ton per hektare.
Bupati Madiun Hari Wuryanto targetkan produktivitas padi menjadi 10 ton per hektare.

MADIUN – Bupati Madiun Hari Wuryanto menargetkan produktivitas padi di Kabupaten Madiun meningkat dari rata-rata 7 ton menjadi 10 ton per hektare. Target itu akan ditempuh melalui penguatan sinergi petani, penyuluh, serta dukungan sarana pertanian.

‎Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergisitas Peran Strategis Petani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja yang digelar di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Mejayan, Senin (3/8/2026).

‎Hari menegaskan penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari program unggulan petani dan peternak sejahtera (pepes) pada misi ketiga Madiun Bersahaja.

‎"Pemerintah Kabupaten Madiun menindaklanjuti program strategis nasional melalui misi ketiga Madiun Bersahaja dengan Program Unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes) guna mewujudkan pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat," kata Hari.

‎Ia menjelaskan peningkatan produktivitas pertanian dilakukan melalui bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, penyuluhan teknik budidaya, perluasan area tanam, pembangunan irigasi dan perpompaan, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).

‎Hari juga mengingatkan agar seluruh bantuan pertanian dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

‎Hari menyebut Kabupaten Madiun saat ini menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dengan produktivitas padi rata-rata sekitar 7 ton per hektare. Namun, menurutnya capaian tersebut masih bisa ditingkatkan.

‎"Kami berharap bisa ditingkatkan produktivitasnya. Karena saya pernah berkunjung ke beberapa daerah, itu bisa sampai 10 ton per hektare. Insyaallah nanti Kabupaten Madiun bisa," ungkapnya.

‎Selain peningkatan hasil panen, Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan air secara efektif di tengah ancaman musim kemarau. Ia meminta petani menggunakan air secara bijak agar tidak terbuang sia-sia.

‎"Sekali lagi, pemanfaatan airnya harus diefektifkan, diefisienkan. Supaya tidak muspro (sia-sia) airnya itu. Karena memanajemen air itu sangat perlu," pungkasnya.

‎Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ndaru Kendaryanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam mendampingi petani di lapangan.

‎"Kami laporkan juga, bahwa pada Kamis 27 Juli 2026 lalu, telah terlaksana verifikasi dan pemberkasan di Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian pada proposal usulan irigasi perpompaan di 30 titik yang tersebar di 15 kecamatan, Pak Bupati," ujarnya.

‎Menurut Ndaru, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pembangunan pertanian berjalan selaras, mampu mengatasi berbagai kendala produksi secara cepat, serta menjaga stabilitas ketersediaan komoditas pangan utama.yat

Editor : Redaksi