LAMONGAN - Keluhan warga Perumahan Graha Indah, Paciran, Kabupaten Lamongan, terkait kepungan debu putih dari aktivitas industri pengolahan material mendapat respons Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan.
Warga menyebut polusi debu tersebut mengganggu pernapasan dan mendesak perusahaan memasang alat pengendali debu (dust collector) serta mengevaluasi sistem penyaringan udara.
Merespons keluhan itu, DLH Lamongan akan turun langsung pada Senin (14/9/2026) untuk memeriksa lima industri dolomit di kawasan tersebut.
Sekretaris DLH Lamongan, Inganatul Muhimmah, yang mewakili Plt Kepala DLH Lamongan Etik Sulistyani, mengatakan pemeriksaan meliputi sumber debu, legalitas usaha, persetujuan lingkungan, pengendalian pencemaran udara dan air, hingga pengelolaan limbah B3.
"Jika hasil verifikasi menunjukkan pelanggaran, kami akan berikan evaluasi tegas. Secara teknologi, debu ini harusnya bisa dieliminasi agar industri dan masyarakat bisa berdampingan," tegas Inganatul, Minggu (13/9/2026).
Sementara itu, perwakilan perusahaan, H. Warto, menyatakan pihaknya kooperatif dan menunggu hasil pemeriksaan DLH. Ia meminta persoalan tersebut tidak disimpulkan sebelum verifikasi lapangan dilakukan.
Di sisi lain, Staf perusahaan SDL, Luthfi, menyebut material yang menjadi sorotan bukan batu kapur atau dolomit, melainkan bintonit. Material tersebut didatangkan dari Blitar, digiling tanpa proses granulasi, kemudian digunakan untuk memperkuat cangkang telur sebagai bahan pakan ternak.
Produk hasil penggilingan disebut dikirim ke perusahaan Pokphand di Sidoarjo dan sejumlah daerah lain hingga luar Jawa. Sementara aktivitas penggilingan dolomit disebut berada di sisi timur lokasi.
Perbedaan antara jenis kegiatan dalam izin operasi dengan material yang disebut diolah di lapangan menjadi salah satu hal yang perlu diverifikasi DLH.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan lima industri tersebut, terutama terkait kesesuaian aktivitas produksi dengan izin dan persetujuan lingkungan serta efektivitas pengendalian debu agar tidak berdampak ke permukiman warga.
Reporter : M.Yusuf AL Ghoni
Editor : Redaksi