BATU - Wali Kota Batu Nurochman mendorong Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Batu periode 2026–2031 melahirkan inovasi baru untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Dorongan tersebut disampaikan Nurochman saat pengukuhan pengurus KTNA Kota Batu di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (18/9/2026).
Menurut Nurochman, KTNA memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membaca potensi pertanian, memberikan analisis serta menyusun rekomendasi pengembangan sektor pertanian hingga pascapanen.
“KTNA menjadi mitra strategis pemerintah untuk memberikan analisa, rekomendasi, serta membaca potensi pertanian dan pascapanen,” ujar Nurochman.
Ia berharap pengalaman para pengurus KTNA yang selama ini berkecimpung di sektor pertanian dapat menjadi sumber gagasan baru bagi pemerintah. Terlebih, Kota Batu memiliki potensi pertanian yang perlu terus dikembangkan melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Salah satu perhatian utama adalah regenerasi petani. Nurochman mendorong program Petani Muda Berdaya agar mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Pemanfaatan teknologi, termasuk konsep Smart Integrated Farming, dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk mengubah wajah pertanian menjadi lebih modern, produktif dan memiliki prospek ekonomi bagi anak muda.
Nurochman juga mengapresiasi pelaksanaan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 di Kota Batu. Forum tersebut dinilai menjadi momentum bertukar pengalaman sekaligus memperluas jejaring antarpetani, nelayan dan pelaku usaha pertanian dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua KTNA Kota Batu Heli Suyanto mengatakan kepengurusan baru merupakan amanah untuk lebih banyak menyerap aspirasi petani dan turun langsung ke lapangan.
“Kami akan berupaya mendengar aspirasi petani, turun lebih dekat dan menghadirkan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi perkembangan pertanian Kota Batu,” kata Heli.
Wawali menegaskan KTNA akan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui kolaborasi dan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kota Batu. (Ton)
Editor : Redaksi