KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

mediarealita.co
Terdakwa Maidi usai pembacaan tuntutan oleh JPU KPK di pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (17/9/2026). Foto: Yatno

SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan gratifikasi berupa fee proyek di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Jaksa menilai perbuatan terdakwa merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.

“Hal-hal yang memberatkan, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara, lembaga pemerintah dalam tingkat kabupaten atau kota,” kata JPU dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis, (17/9/2026).

Baca juga: Uang yang Disetorkan ke Maidi Ditaruh Dalam Bungkus Kopi Cap Gajah

Selain pidana penjara, jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan denda Rp250 juta kepada Maidi. Apabila denda tidak dibayar, JPU meminta hukuman pengganti berupa pidana kurungan selama 90 hari.

Jaksa juga menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp8 miliar. Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, JPU meminta pidana penjara pengganti selama lima tahun.

Baca juga: Terdakwa Maidi di Persidangan Ngaku Menyesal tapi.....

Sebelum membacakan tuntutan, jaksa menguraikan sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Selain dinilai merusak kepercayaan publik, perbuatan Maidi disebut tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sementara itu, pertimbangan yang meringankan adalah terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga.

Baca juga: Saksi Rochim: Maidi Licik!

Tuntutan tersebut merupakan permintaan jaksa kepada majelis hakim, bukan putusan pengadilan.yat

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru