BATU (Realita)- Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dikenal sebagai sentra penghasil bunga mawar potong jenis Holland terbesar di wilayah Kota Batu. Komoditas unggulan tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat selain sektor peternakan sapi perah.
Kepala Desa Gunungsari, Andi Susilo, mengatakan bunga mawar potong hasil budidaya warga telah memiliki pangsa pasar yang luas, bahkan mampu menembus sejumlah daerah di luar Jawa Timur, seperti Bali dan Jakarta.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang sebelumnya mengandalkan sektor pertanian sayuran kini beralih menjadi petani bunga mawar potong. Peralihan tersebut dilakukan karena harga jual mawar dinilai lebih stabil dan memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan.
“Saat ini hampir separuh warga Desa Gunungsari menekuni usaha budidaya bunga mawar potong karena memiliki prospek pasar yang baik,” ujar Andi, Senin (8/6/2026).
Untuk mendukung pengembangan potensi desa, Pemerintah Desa Gunungsari melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bekerja sama dengan kelompok petani mengembangkan program edukasi budidaya bunga mawar potong bagi wisatawan. Program tersebut dikemas dalam bentuk paket wisata edukasi yang berlokasi di Dusun Pagergunung dan Dusun Brumbung.
Selain itu, pemerintah desa juga tengah menyiapkan area seluas sekitar 3.000 meter persegi di Dusun Brumbung yang akan difungsikan sebagai pusat promosi dan pemasaran produk pertanian serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Tak hanya mengandalkan sektor pertanian, Desa Gunungsari juga memiliki potensi peternakan sapi perah yang cukup besar. Di Dusun Brau, wisatawan dapat mengikuti kegiatan edukasi pemerahan susu yang dikelola oleh Karang Taruna setempat.
“Harga susu saat ini mencapai sekitar Rp 8.000 per liter. Selain dijual dalam bentuk segar, susu juga diolah menjadi berbagai produk seperti permen susu dan stik susu,” kata Andi.
Di bidang budaya, Desa Gunungsari masih mempertahankan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah tradisi selamatan dusun yang digelar di sejumlah wilayah, termasuk di Dusun Kapru yang dikenal dengan pertunjukan seni tayuban sebagai bagian dari pelestarian adat dan budaya lokal.
Beragam potensi pertanian, peternakan, wisata edukasi, hingga seni budaya tersebut menjadikan Desa Gunungsari sebagai salah satu desa yang memiliki daya tarik ekonomi dan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kota Batu. (Ton)
Editor : Redaksi