BATU (Realita)- Ratusan warga menyaksikan prosesi sakral ritual Metri Sumber atau Nabung Banyu yang menjadi pembuka rangkaian Selamatan Desa ke-172 Kelurahan Temas, Kota Batu, Kamis (2/7/2026).
Tradisi yang diikuti perwakilan dari 11 Rukun Warga (RW) tersebut merupakan wujud rasa syukur atas sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Dengan mengenakan pakaian adat, masing-masing rombongan membawa kendi berisi air dari sumber mata air di wilayahnya menuju Pendopo Kelurahan Temas. Seluruh air kemudian disatukan sebagai simbol persatuan dan penghormatan terhadap alam.
Selamatan Desa ke-172 tahun ini mengusung tema "Hormati Bumi, Kejarlah Langit" dan akan berlangsung hingga 7 Juli 2026 dengan berbagai kegiatan budaya, religi, dan hiburan masyarakat.
Ketua LPMK Kelurahan Temas sekaligus Ketua Panitia Selamatan Desa, Edi Sunaedi, mengatakan ritual Metri Sumber menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan selamatan desa.
"Rangkaian ini diawali dengan Metri Sumber atau Nabung Banyu yang diikuti oleh 11 RW. Masing-masing mengambil air dari sumber mata air di wilayahnya untuk kemudian dibawa dan disatukan di Kelurahan Temas. Air merupakan sumber kehidupan, sumber ilmu, dan menjadi anugerah yang sangat bermanfaat bagi manusia," ujarnya.
Menurut Edi, tradisi tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat atas keberadaan sumber mata air yang selama ini menjadi penyangga kehidupan, sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur.
Ia menjelaskan, air yang telah disatukan nantinya akan digunakan dalam berbagai prosesi Selamatan Desa, mulai dari memandikan kerbau, memasak hidangan, hingga pelaksanaan selamatan tumpeng yang akan diarak pada puncak acara, 7 Juli 2026.
Sementara itu, Lurah Temas, Anditya Fitrawan Dwi Putra, menegaskan pemerintah kelurahan berkomitmen terus melestarikan tradisi dan budaya lokal melalui rangkaian kegiatan Selamatan Desa.
Menurutnya, pada 6 Juli 2026 masyarakat akan dihibur pertunjukan campursari bersama Cak Percil. Sedangkan pada puncak acara, 7 Juli 2026, akan digelar pengajian, pagelaran wayang pakem, serta Festival Rawon Daging Kerbau Gratis yang berlokasi di kawasan Kelompok Wanita Tani (KWT) di belakang Kantor Kelurahan Temas.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan Selamatan Desa ke-172 sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga," kata Anditya. (Ton)
Editor : Redaksi