Ketua PDI Perjuangan Sumut Serahkan Beasiswa Kepada Enam Kecamatan di Samosir

Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), di Rumah Aspirasi Rapidin Simbolon Jln Putri Lopian , Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan pada hari Minggu (19/7/2026).
Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), di Rumah Aspirasi Rapidin Simbolon Jln Putri Lopian , Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan pada hari Minggu (19/7/2026).

SAMOSIR — Di tengah penyesuaian anggaran negara, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang juga anggota DPR RI Komisi XIII, Drs. Rapidin Simbolon M.M, menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp345,45 juta kepada 550 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Samosir, yang berlangsung di Rumah Aspirasi Rapidin Simbolon Jln Putri Lopian , Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan pada hari Minggu (19/7/2026).

Bantuan PIP tersebut diserahkan langsung kepada pelajar dari enam kecamatan, yakni Pangururan, Ronggur Nihuta, Harian, Sianjur Mula-Mula, Sitio-tio, dan Simanindo. Program ini merupakan bantuan pemerintah bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Rapidin mengatakan kuota penerima tahun ini terbatas karena kondisi keuangan negara yang sedang mengalami penyesuaian. Dampaknya, kata dia, anggaran pemerintah daerah hingga pemerintah desa juga ikut mengalami pemotongan.

"Yang bisa kami perjuangkan pada tahap ini sebanyak 550 penerima. Anggaran negara memang sedang tidak baik sehingga kami harus berebut memperjuangkannya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan biaya pendidikan anak-anak kita, mulai dari SD, SMP, hingga SMA," kata Rapidin.

Ia menjelaskan, kuota PIP tersebut diperoleh melalui perjuangan lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Meski tidak bertugas di komisi yang membidangi pendidikan, ia mengaku tetap berupaya mengawal berbagai program yang dibutuhkan masyarakat.

"Ini saya perjuangkan lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan. Bukan hanya pendidikan, tetapi juga program-program lain yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk sektor pertanian," ujarnya.

Pada tahap ini, sebanyak 430 siswa SD masing-masing menerima Rp450 ribu dengan total Rp193,5 juta, 61 siswa SMP masing-masing memperoleh Rp750 ribu atau Rp45,75 juta, sedangkan 59 siswa SMA menerima Rp1,8 juta per siswa dengan total Rp106,2 juta. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp345,45 juta.

Bagi banyak keluarga di Samosir, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan biaya sekolah. Di tengah tekanan ekonomi, PIP menjadi salah satu penopang agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Perwakilan orang tua siswa, Josraidi Situgkir, menyampaikan apresiasi kepada Rapidin Simbolon dan Sorta Ertaty Siahaan atas upaya mereka memperjuangkan bantuan pendidikan bagi pelajar di Samosir.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rapidin dan Ibu Sorta Ertaty yang terus memperjuangkan masyarakat dan tetap peduli terhadap pendidikan, khususnya bagi anak-anak di Samosir," kata Josraidi.pdip

Editor : Redaksi