Festival Nyusu Bareng 2026 Siap Digelar, Potensi Susu Dusun Brau Dibidik Jadi Magnet Wisata Kota Batu

Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari bersama Ketua Fordewi Kota Batu, Mochmmad Dadi dan Ketua Desa Wisata Tulungrejo.
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari bersama Ketua Fordewi Kota Batu, Mochmmad Dadi dan Ketua Desa Wisata Tulungrejo.

BATU- Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu akan menggelar Festival Nyusu Bareng 2026 di Dusun Brau, Desa Bumiaji, Kota Batu, pada September 2026.

Festival tersebut akan menghadirkan sekitar 1.000 cup susu sebagai bagian dari upaya mengenalkan potensi peternakan dan produk olahan susu Dusun Brau kepada masyarakat luas.

Festival Nyusu Bareng 2026 mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi wisata berbasis peternakan yang menjadi ciri khas Dusun Brau.

Khamim mengatakan, Dusun Brau memiliki keunikan yang tidak dimiliki desa wisata lainnya di Kota Batu. Mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai peternak sapi perah. Bahkan, jumlah sapi di kawasan tersebut disebut lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya.

“Nantinya akan diisi dengan edukasi, di antaranya pengenalan peternak, cara pengolahan susu, serta hiburan. Saya yakin nantinya Kota Batu akan semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Khamim, Senin (31/8/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata juga mendukung penyelenggaraan festival tersebut. Dukungan itu dinilai penting karena Dinas Pariwisata menaungi pengembangan desa wisata di Kota Batu.

Khamim berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua Fordewi Kota Batu, Mochammad Dadi, didampingi Ketua Desa Wisata Tulungrejo, Naning Fauziah, mengatakan Festival Nyusu Bareng 2026 berawal dari melihat besarnya potensi produksi susu di Dusun Brau.

“Yang pasti tujuan kami adalah mengangkat potensi dan menyebarluaskan paket-paket wisata yang ada di Dusun Brau, utamanya terkait dengan susu. Dari produksi susu tersebut, banyak produk olahan turunannya seperti keju, stik susu, permen susu, yogurt, dan lainnya,” terang Mochammad Dadi.

Menurutnya, selain festival, Dusun Brau juga menawarkan paket wisata edukasi berupa live-in. Wisatawan dapat tinggal selama satu hingga tiga hari di rumah warga, termasuk mendapatkan makan dan minum serta mengikuti aktivitas para peternak secara langsung.

Konsep tersebut, kata Dadi, memberikan pengalaman kepada wisatawan untuk mengenal kehidupan peternak dari dekat dan merasakan aktivitas sehari-hari masyarakat Dusun Brau. Fordewi Kota Batu juga terus mendorong para penggiat desa wisata agar semakin aktif mengembangkan potensi di masing-masing wilayah. 

“Kami sering mendapatkan masukan dari beliau selaku anggota dewan, bagaimana caranya Fordewi Kota Batu bisa mendorong dan mengaktifkan semua penggiat desa wisata di Kota Batu sehingga bisa semakin berdaya,” pungkasnya. (Ton)

Editor : Redaksi