BATU- Kegiatan Festival Nyusu Bareng di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, dinilai menjadi momentum untuk mengangkat potensi wisata kultural dan peternakan sapi perah di wilayah tersebut.
Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Sujono Juned mengatakan, kegiatan yang diinisiasi Forum Desa Wisata (Fordewi) tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Potensi daerah harus diangkat dengan kemasan apa pun. Jangan hanya hingar-bingarnya yang terdengar, tetapi berkah pariwisatanya juga harus dirasakan masyarakat secara luas,” kata Sujono Juned. Minggu (4/10/2026)
Menurutnya, konsep wisata kultural seperti program live-in dapat menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak harus menginap di bangunan mewah, tetapi dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas bertani dan beternak.
Namun, Sujono Juned menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Rumah warga yang dijadikan homestay, misalnya, harus memenuhi standar kebersihan, kenyamanan dan keramahan pelayanan.
“Wisata kultural itu tidak harus mahal. Potensinya apa adanya, tetapi harus distandarkan kebersihan dan pelayanannya,” ujarnya.
Juned menyebut Brau memiliki potensi besar karena mayoritas masyarakat menggantungkan ekonomi pada pertanian dan peternakan sapi perah. Bahkan, menurutnya, peternakan sapi menjadi salah satu pilar utama ekonomi warga setempat.
Ia berharap Fordewi bersama Pemerintah Kota Batu dan legislatif dapat menyusun kalender kegiatan yang mengangkat kekhasan setiap desa dan dusun di Kota Batu.
“Batu sangat kaya potensi. Tinggal bagaimana mengemasnya agar masyarakat merasakan manfaat dan wisatawan tertarik datang,” terang. Sujono Juned.
Ia juga menyebut produk susu dari Kelompok Tani Margo Mulyo, Brau, telah dikenal hingga luar daerah. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi bagian dari promosi Kota Batu sebagai daerah wisata sekaligus sentra produk unggulan masyarakat.
Festival Nyusu Bareng sendiri bukan kegiatan pertama di Brau. Juned menyebut kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar dengan nama Festival Susu, dengan tujuan mengenalkan potensi peternakan dan produk susu di kawasan tersebut. (Ton)
Editor : Redaksi