BATU- Festival Nyusu Bareng bakal digelar di kawasan Dusun Brau, Kota Batu, dengan mengangkat potensi peternakan sapi perah yang menjadi salah satu sektor unggulan masyarakat setempat. Menariknya, peserta berkesempatan membawa pulang hadiah utama berupa anakan sapi perah.
Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu tersebut tidak hanya mengajak masyarakat minum susu bersama, tetapi juga mengenalkan potensi wisata, produk lokal, dan UMKM di kawasan Brau.
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Kota Batu, Muhammad Munir, mengatakan Festival Nyusu Bareng sengaja mengangkat potensi lokal karena Brau dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah.
“Karena di Brau ini menjadi sentra peternakan sapi perah, yang diangkat adalah produksi dari sapi perah, yaitu susunya. Makanya diadakan Festival Nyusu Bareng,” kata Munir. Sabtu (3/10/2026)
Beragam kegiatan disiapkan untuk memeriahkan festival perdana tersebut. Di antaranya Senam Anak Indonesia, senam bugar, tari sapi, hingga launching minum susu bersama.
Peserta juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti undian doorprize dengan hadiah utama berupa anakan sapi perah yang mendapat dukungan dari PT Askrindo melalui program Askrindo Peduli.
Selain anakan sapi perah, PT Askrindo juga memberikan dukungan berupa penyediaan sekitar 1.000 cup susu serta kaos untuk anak-anak PAUD dan TK yang mengikuti kegiatan.
Muhammad Munir menjelaskan, dukungan tersebut tidak terlepas dari hubungan pembinaan PT Askrindo terhadap masyarakat Brau yang telah berlangsung sejak 2016.
“Sudah 10 tahun dan berlanjut sampai sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Nyusu Bareng juga menjadi momentum untuk memperkenalkan produk UMKM masyarakat Brau dan sekitarnya. Apalagi, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini selain melibatkan warga setempat, juga dihadiri warga Kota Batu bahkan dari luar daerah. Ada yang dari Surabaya dan daerah kabupaten/kota lainnya,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Pelaksana, sekaligus Sekertaris Fordewi, Erwin Sidarta berharap kawasan Brau semakin dikenal sebagai bagian dari destinasi wisata edukasi di Kota Batu. Konsep kunjungan wisata juga diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk paket yang menghubungkan wisata buatan dengan potensi wisata berbasis masyarakat.
Erwin Sidarta mengatakan Festival Nyusu Bareng merupakan event besar perdana yang digelar. Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan dengan konsep yang terus dikembangkan.
“Harapannya setiap tahun sudah ada agenda seperti ini, dengan kolaborasi Fordewi dan dinas-dinas terkait. Ini tahun pertama kita mengadakan event besar seperti ini,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan perdana tersebut menjadi awal bagi kegiatan yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya, sekaligus semakin banyak melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. (Ton)
Editor : Redaksi