BPK Pastikan Pembangunan Monumen Reog Ponorogo Bisa Dilanjutkan

mediarealita.co
Sesmenko Bidang Ekonomi RI Susiwijono Moegiarso dan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat berhasil finish dalam gelaran Merdeka Run 2026. 

PONOROGO- Usai terkatung-katung nasibnya pasca Mantan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjerat kasus hukum. Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipastikan dapat dilanjutkan setelah proses evaluasi dan perbaikan dilakukan.

Hal itu disampaikan Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Nyoman Adhi Suryadnyana saat menghadiri gelaran Merdeka Run 2026 di kompleks MRMP, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Minggu (22/8/2026).

Nyoman mengatakan, pembangunan Monumen Reog merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Menurut dia, dalam setiap proyek pembangunan, masih dimungkinkan terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Namun, perbaikan tersebut tidak berarti pembangunan harus dihentikan secara keseluruhan.

“Tidak ada semuanya itu yang perfect langsung bagus, pasti ada perbaikan,” kata Nyoman.

Ia menegaskan, perbaikan yang dilakukan harus diarahkan pada tata kelola pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

 

“Yang penting adalah semangat, niat, komitmen untuk membuat tata kelolanya baik, manfaatnya nyata buat masyarakat,” ujarnya.

 

Saat ditanya mengenai kemungkinan kelanjutan pembangunan Monumen Reog setelah evaluasi BPK, Nyoman memberikan kepastian bahwa proyek tersebut dapat dilanjutkan setelah sejumlah perbaikan dipenuhi.

“Bisa, insyaallah,” kata Nyoman.

Ia juga meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, ikut memberikan dukungan terhadap keberadaan Monumen Reog. Menurut dia, keberadaan kawasan tersebut memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Monumen Reog ini harus jadi,” tegasnya.

Optimisme terhadap keberlanjutan kawasan Monumen Reog juga terlihat dari penyelenggaraan Merdeka Run 2026 yang dipusatkan di kompleks tersebut. Ribuan peserta dari berbagai daerah, bahkan dari Malaysia, mengikuti ajang lari dengan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga.

“Kegiatan seperti Merdeka Run ini dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah,” ungkapnya. 

Sementara itu, Sesmenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ribuan peserta dinilai menunjukkan potensi kawasan MRMP sebagai ruang kegiatan yang dapat menarik masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Merdeka Run 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua dan menjadi salah satu kegiatan yang memanfaatkan kawasan Monumen Reog sebagai pusat aktivitas masyarakat.znl

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru