JAKARTA- Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Connie mengkritik soal penggalangan dana bagi korban bencana alam Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilakukan oleh pemerintah.
Kritikan itu disampaikan lantaran pemerintah sempat beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke Paris menggunakan APBN, sementara untuk korban gempa NTT harus open donasi.
Adapun penggalangan dana terhadap korban gempa NTT itu dilakukan dalam gelaran Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara.
Acara tersebut digelar pemerintah dan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri kabinet.
Perayaan mewah memperingati HUT ke-81 RI itu digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta pada Senin (17/8).
Dalam karnaval tersebut, pihak pemandu acara sempat menginformasikan terkait penggalangan dana untuk korban gempa NTT.
Akses penggalangan dana ditampilkan pemerintah melalui pemindai kode QR. Pemerintah menargetkan dana sebesar Rp 2 miliar untuk korban gempa NTT.
Langkah tersebut dikritik oleh Connie, lantaran Presiden Prabowo tercatat telah empat kali mengunjungi Paris sejak menjabat sebagai kepala negara hingga pertengahan tahun 2026 lalu.
Connie juga mengkritik pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyatakan perlu persiapan matang untuk Prabowo mengunjungi korban gempa NTT.
Connie menanyakan mengapa Prabowo tidak membutuhkan persiapan matang saat melakukan kunjungan kerja ke Paris.tru
Editor : Redaksi