Soal Keracunan MBG, Respons Prabowo: Kalau Sakit Perut Itu Biasa Sebetulnya

mediarealita.co
Prabowo dan Gibran. Foto: Setwan

JAKARTA- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik di tengah maraknya insiden dugaan keracunan yang terjadi di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut sebenarnya bukan disampaikan baru-baru ini, melainkan saat Prabowo meninjau pelaksanaan MBG di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, pada 18 November 2025.

Baca juga: Kasus Keracunan MBG Makin Masif, Tak Terbendung

Dalam kesempatan itu, Prabowo merespons pertanyaan mengenai adanya laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program MBG. Menurutnya, keluhan sakit perut bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak selalu berarti keracunan makanan.

“Ada yang mereka bilang keracunan. Ya memang sakit perut biasa sebetulnya. Makan di warung, saya makan di rumah saja sering salah makan. Kadang-kadang kurang cuci tangan,” kata Prabowo saat berdialog dengan wartawan usai peninjauan program MBG di sekolah tersebut.

Baca juga: Mabes Polri Turun Gunung Selidiki Kasus Keracunan Masal MBG di Sidoarjo, 566 Korbannya 

Meski menyampaikan pernyataan tersebut, Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak mengabaikan setiap laporan yang muncul. Ia meminta pelaksanaan Program MBG terus dievaluasi, mulai dari kebersihan proses pengolahan makanan, kualitas air, sanitasi dapur, hingga distribusi makanan kepada para siswa agar kejadian serupa dapat dicegah.

Pernyataan itu kembali ramai diperbincangkan setelah dalam beberapa bulan terakhir sejumlah kasus dugaan keracunan MBG terjadi di berbagai daerah dan menyebabkan ratusan hingga ribuan siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, hingga harus mendapatkan perawatan medis. Rentetan kasus tersebut memicu desakan agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program.

Baca juga: Prabowo: Percaya Sama Saya, Beberapa Tahun Lagi, Indonesia Akan Bangkit

Di tengah meningkatnya sorotan publik, DPR RI juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab atas setiap insiden yang terjadi. Bahkan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menegaskan bahwa jika anaknya menjadi korban keracunan akibat MBG, ia akan menggugat SPPG maupun BGN sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum atas dugaan kelalaian dalam penyelenggaraan program.tri

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru