3.903 Pendaftar Gugur! Ini Alasan Ribuan Mahasiswa Tak Lolos Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurl Hafid Yasin.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurl Hafid Yasin.

JEMBER - Sebanyak 3.903 pendaftar harus tersingkir dalam proses seleksi beasiswa Cinta Bergema Pemerintah Kabupaten Jember 2026. Dari total 11.469 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 7.566 mahasiswa dinyatakan memenuhi ketentuan dan berhak melanjutkan ke tahap wawancara.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurl Hafid Yasin, mengatakan proses seleksi beasiswa Cinta Bergema dimulai pada Juli 2026. Pendaftaran dibuka untuk enam kategori beasiswa dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa.

“Total pendaftar selama pembukaan beasiswa Cinta Bergema sebanyak 11.469 mahasiswa di enam kategori beasiswa yang kita buka,” kata Hafid.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.637 pendaftar dinyatakan gugur pada tahap seleksi administrasi. Mereka tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya karena tidak memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

Hafid menjelaskan, persoalan administrasi menjadi salah satu penyebab utama ribuan pendaftar gugur. Di antaranya dokumen yang diunggah tidak lengkap, tidak memilih perguruan tinggi, hingga tidak melakukan finalisasi data pendaftaran.

“Dari 11.469 mahasiswa pendaftar, hasil verifikasi administrasi itu ada 3.637 pendaftar yang tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya,” ujar Hafid.

Sebanyak 7.832 pendaftar yang lolos administrasi kemudian menjalani proses verifikasi dan validasi dokumen. Dinas Pendidikan Jember menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta perguruan tinggi untuk memastikan keabsahan dokumen dan status mahasiswa.

Dari proses verifikasi dan validasi tersebut, sebanyak 266 mahasiswa kembali dinyatakan tidak memenuhi ketentuan. Dengan demikian, total pendaftar yang gugur sejak tahap administrasi hingga verifikasi mencapai 3.903 orang.

“Kita sinergi dengan Dispenduk untuk mengecek data kependudukannya dan juga bersinergi dengan kampus-kampus asal mahasiswa ini berkuliah, untuk memastikan dokumen yang digunakan untuk pendaftaran ini keabsahannya,” jelas Hafid.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah status kependudukan. Sebanyak 36 pendaftar diketahui tidak memiliki KTP Jember. Padahal, program beasiswa tersebut dibiayai menggunakan APBD Kabupaten Jember.

Hafid menegaskan, status kependudukan menjadi salah satu persyaratan penting karena beasiswa Cinta Bergema merupakan program yang dibiayai pemerintah daerah.

“Pembiayaan beasiswa ini berasal dari APBD Kabupaten Jember. Jadi memang hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang ber-KTP Jember,” tegasnya.
Selain persoalan KTP, sebanyak 54 mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi ketentuan terkait status keaktifan sebagai mahasiswa. Ketidaksesuaian tersebut diketahui berdasarkan hasil verifikasi dengan perguruan tinggi masing-masing.

Faktor lainnya adalah adanya pendaftar yang telah menerima beasiswa dari sumber lain. Dinas Pendidikan mencatat sekitar 84 mahasiswa tidak dapat melanjutkan seleksi karena sudah menerima beasiswa lain.

“Penerima beasiswa Cinta Bergema ini tidak boleh dobel dengan beasiswa yang lain. Sehingga itu ada sekitar 84 mahasiswa yang tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya,” ungkap Hafid.

Dengan seluruh proses seleksi tersebut, sebanyak 7.566 mahasiswa dinyatakan memenuhi ketentuan dan berhak mengikuti tahap wawancara. Mereka selanjutnya akan mengikuti proses seleksi lanjutan sebelum ditetapkan sebagai penerima beasiswa Cinta Bergema 2026.

Dinas Pendidikan Jember memastikan proses verifikasi dilakukan untuk menjaga ketepatan sasaran program, sekaligus memastikan bantuan pendidikan dari APBD Kabupaten Jember diterima mahasiswa yang benar-benar memenuhi persyaratan.

“Yang bisa ke tahap berikutnya sebanyak 7.832 mahasiswa. Dari 7.832 ini kita lakukan verifikasi validasi berkaitan dengan dokumen yang di-upload, dan yang sesuai dengan ketentuan untuk bisa lanjut ke sesi wawancara sebanyak 7.566,” pungkas Hafid.

Editor : Redaksi