GRESIK — Kondisi jembatan yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Gresik menjadi sorotan warga. Jembatan Tebuwung-Serah yang menjadi akses penghubung Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng dilaporkan mengalami ambles dan hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen.
Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan. Kerusakan itu dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akses anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Hadi Haryanto, warga Desa Tebuwung sekaligus perwakilan dari warga terdampak meminta Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera mengambil langkah nyata.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses penting karena menghubungkan wilayah antarkecamatan. Jika tidak segera diperbaiki, aktivitas warga akan semakin terganggu.
“Ini jalan kabupaten, jembatan kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan. Kalau tidak segera direalisasikan perbaikannya, bagaimana masyarakat bisa melewati jalan ini? Anak sekolah terutama, dari Desa Serah, Kecamatan Panceng, menuju Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, juga banyak yang menggunakan akses ini,” ujar Hadi.
Ia mengatakan, kerusakan pada jembatan sebenarnya sudah cukup lama terlihat. Namun, kondisi ambles pada bagian jembatan semakin parah dalam sekitar satu bulan terakhir.
“Sudah lama sekali, cuma amblesnya ini baru sekitar satu bulan. Pihak terkait seharusnya sudah mengetahui karena sudah ada pemasangan tanda atau banner di lokasi,” katanya.
Hadi berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji perbaikan, tetapi segera merealisasikannya di lapangan.
“Mohon segera diperbaiki, jangan hanya janji. Saya dengar ada rencana bulan Desember. Kalau kondisi seperti ini terus, kasihan warga, terutama anak-anak sekolah yang harus memutar jauh karena tidak bisa lewat,” tegasnya.
Sementara itu, Wahyu, perwakilan Pemerintah Desa Tebuwung, membenarkan bahwa kondisi jembatan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah desa.
Ia mengatakan pihak desa telah menyampaikan kondisi di lapangan kepada instansi terkait. Bahkan, menurutnya, Dinas PU Kabupaten Gresik telah melakukan survei terhadap kondisi jembatan.
“Sudah sekitar tiga bulan kondisinya seperti ini. Kami juga sudah melakukan atensi dan menyampaikan kepada pihak PU. Dari pihak PU juga sudah melakukan survei,” ujarnya.
Namun, terkait kepastian waktu pelaksanaan perbaikan, pihak desa masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Kepala Desa Serah turut menyoroti kondisi jembatan tersebut. Meskipun secara wilayah jembatan bukan berada di wilayah administratif Desa Serah, menurutnya akses tersebut tetap penting bagi masyarakat karena digunakan warga dari sejumlah desa.
“Memang wilayahnya bukan wilayah kita. Tapi demi kebersamaan dan kepentingan warga, alangkah lebih baik kalau bisa segera dikerjakan,” ujarnya.
Ia menyebut pihak desa tetap menyampaikan usulan kepada pemerintah terkait kondisi tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, perbaikan disebut baru akan dilakukan pada tahun berikutnya.
“Katanya tahun depan. Tapi harapan kami tetap secepatnya dibangun,” katanya.
Menurutnya, warga Desa Serah juga terdampak karena sebagian anak sekolah menggunakan akses tersebut. Selain itu, kondisi sejumlah ruas jalan di sekitar wilayah tersebut juga dinilai membutuhkan perhatian.
Ia bahkan membuka kemungkinan adanya upaya swadaya masyarakat apabila pemerintah belum dapat segera melakukan perbaikan. Namun, rencana tersebut tetap akan dikoordinasikan dan meminta izin kepada pihak terkait terlebih dahulu.
“Kalau memang dari PU belum ada penanganan, bagaimana warga yang membutuhkan akses ini? Kalau harus swadaya, warga Serah siap. Tapi tetap kami harus meminta izin dan berkoordinasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Ketua Laskar Pantura, M. Humam, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jembatan tersebut.
Ia meminta Dinas PU Kabupaten Gresik segera merealisasikan penanganan agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak membahayakan masyarakat.
“Terkait jembatan Serah yang ambles sampai saat ini belum ada penanganan. Harapan kami dari Laskar Pantura segera direalisasikan. Kalau tidak, saya akan datang ke PU,” tegas Humam.
Kerusakan jembatan ini kini menjadi perhatian warga dari sejumlah desa yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jalur tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Gresik tidak berhenti pada survei maupun pemasangan tanda peringatan, tetapi segera memberikan kepastian mengenai jadwal dan bentuk penanganan jembatan.
Hingga berita ini disusun, awak media masih berupaya meminta keterangan dari Dinas PU Kabupaten Gresik terkait kondisi jembatan, hasil survei, serta kepastian waktu pelaksanaan perbaikan.
Awak media juga mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Tebuwung di Balai Desa Tebuwung. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, kepala desa sedang tidak berada di tempat.
Reporter: M.Yusuf Al Ghoni
Editor : Redaksi