PATI- Seorang remaja asal Kabupaten Pati babak belur dihajar warga Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Senin (13/7/2026). Remaja itu diduga maling motor.
Dalam video amatir yang diterima, remaja berambut pirang itu dikerumuni puluhan warga. Dengan tangan terikat ke belakang, berkali-kali pukulan dan tendangan mendarat di sekujur tubuhnya. Wajahnya bersimbah darah.
Kapolsek Keling, AKP Suyitno membenarkan peristiwa itu. Dia menyebutkan, remaja itu berinsial OD (24), warga RT 3 RW 2 Desa Tendas, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Peristiwa itu bermuka ketika sekitar pukul 15.30 WIB, dengan mengendarai motor, OD bersama temannya bertamu ke rumah salah satu temannya yang bernama Fahriza Latifatul Ahmad (21) di RT 2 RW 4 Desa Damarwulan. Akan tetapi, saat itu Fahriza tidak berada di rumah.
Sembari menunggu temannya pulang, korban bernama Titik Rusmiati (34) yang merupakan kakak kandung Fahriza, datang ke rumah tersebut mengendarai motor Honda Vario.
Korban kemudian memarkirkan kendaraannya di depan rumah dengan posisi kunci jenis remote masih tertinggal di dasbor, lalu masuk ke dalam rumah.
Sekitar pukul 17.30 WIB, korban mendengar suara sepeda motornya menyala. Rupanya dibawa oleh pelaku. Lalu korban berteriak minta tolong.
”Kemudian ada warga yang mendengar lalu mengejar terduga pelaku,” terang AKP Suyitno.
Dihajar warga...
Pelaku akhirnya berhasil diringkus oleh warga yang mengejarnya di kawasan Dukuh Gilikebon, Desa Damarwulan. Sayangnya, satu terduga pelaku lain yang mengendarai motor Honda Verza berhasil meloloskan diri dari kejaran warga.
Usai tertangkap, OD langsung diseret ke Balai Desa Damarwulan. Di tempat inilah remaja asal Pati tersebut menjadi bulan-bulanan warga yang telanjur emosi.
”Kami berhasil mengevakuasi terduga pelaku dari amukan massa ke Polsek beberapa saat kemudian,” jelas AKP Suyitno.
Bersama dengan itu, Polisi menyita barang bukti motor Vario, sebuah BPKB dan sebuah STNK. Sementara korban dirawat tim medis.
”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dugaan pencurian motor tersebut,” pungkas Suyitno.
Editor : Redaksi