BANYUWANGI – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat dukungannya terhadap percepatan transisi energi nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi.
Program yang dijalankan bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo ini ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Yayasan Rijig Pradana Wetan, Rabu (22/7). Bantuan diserahkan Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, serta disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Kepala Desa Olehsari.
Melalui program ini, limbah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan diolah menjadi RDF Biomassa, yakni bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian batu bara pada pembangkit listrik maupun berbagai sektor industri, seperti industri semen dan pabrik gula.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan pengembangan RDF Biomassa merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung agenda transisi energi nasional sekaligus mempercepat pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
"RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih efektif dan penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat realisasi Green Energy secara nasional," ujar Ika.
Menurutnya, pengolahan sampah menjadi sumber energi tidak hanya membantu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang terciptanya ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM yang dinilai mampu memperkuat pengelolaan sampah di Banyuwangi.
Ia menjelaskan, fasilitas RDF Biomassa yang telah beroperasi memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton. Ke depan, pihaknya berharap cakupan layanan dapat diperluas hingga Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dan Licin sehingga kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Berkat bantuan ini, kami mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Kami berharap semakin banyak wilayah yang bergabung sehingga produksi RDF Biomassa dapat meningkat. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru," kata Bibit.
PLN UIT JBM menargetkan RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari memenuhi standar kualitas sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pembangkit listrik maupun sektor industri.
Bahkan, PLN memiliki target agar hasil produksi RDF Biomassa tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi batu bara di PLTU Paiton. Langkah ini dinilai menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon.
"Kami memiliki cita-cita agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari nantinya dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. Ini merupakan wujud kontribusi nyata PLN UIT JBM dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di Indonesia," pungkas Ika.
Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN UIT JBM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat dan mempercepat terwujudnya sistem energi yang lebih bersih serta berkelanjutan. tyan
Editor : Redaksi