BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sejumlah langkah penguatan keamanan untuk mengantisipasi maraknya aksi kriminalitas di Jabar. Mulai dari begal, pencopetan, penjambretan, hingga perampokan.
Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah pemberian hadiah atau sayembara senilai Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.
Pernyataan itu disampaikan Dedi dalam pesan kepada masyarakat terkait upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat.
“Kami menyiapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku pencurian, copet, jambret, begal, maupun perampokan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ujar Dedi dalam akun Instagram @dedimulyadi71, (23/7).
Untuk memperkuat keamanan, Pemprov Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Polda Jabar dan berkoordinasi juga dengan Polda Metro Jaya, mengingat potensi pergerakan pelaku kejahatan lintas wilayah.
Menurut Dedi, sinergi antarlembaga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aksi kriminal yang meresahkan masyarakat.
Dedi meminta kendaraan patroli agar tetap siaga setiap malam. Ia menekankan pentingnya kehadiran aparat di lapangan sebagai bentuk pencegahan.
"Mobil patroli harus beroperasi secara aktif dengan lampu rotator tetap menyala sebagai tanda kehadiran petugas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.
Selain kepolisian, Dedi juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersiaga di titik-titik strategis untuk membantu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan.
Gubernur juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau `siskamling` di setiap wilayah.
"Menjaga diri dan saling menjaga merupakan prinsip dasar kehidupan bergotong royong," kata Dedi.
Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga butuh partisipasi aktif masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Dedi mengajak seluruh warga Jabar untuk tetap waspada dan berani melawan aksi kejahatan, dengan tetap mengedepankan proses hukum melalui kepolisian.
“Mari kita bersama-sama waspada dan berani melawan berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” tutupnya.(Lis)
Editor : Redaksi