The Planet Rilis Single Baru di Grunge Boiler Room ke-8 di Terminal Resto and Cafe Surabaya

Penampilan The Planet featuring Bodas Devadata di Terminal Resto and Cafe, Minggu (21/6/2026). Foto: SGC
Penampilan The Planet featuring Bodas Devadata di Terminal Resto and Cafe, Minggu (21/6/2026). Foto: SGC

SURABAYA-  Grunge Boiler Room ke-8, Minggu (21/6/2026) malam di Terminal Resto and Cafe, Kalirungkut, Surabaya terasa spesial dan heboh.

Pasalnya, di gigs kali ini, digeber rilis single dari band The Planet featuring Bodas Devadata. 

"Bareng dengan rilis di Terminal Cafe ini, single baru kami ini juga langsung dapat dinikmati di semua platform digital," kata Jonas, vokalis dan gitaris dari The Planet.

Pria asli Pulo Wonokromo Surabaya ini menambahkan, acara sekaligus rilis single ini menjadi bukti bahwa eksistensi musisi rock yang pernah jaya di era 90-an, belum habis.

"Usia yang tak lagi muda, bukan halangan bagi kami untuk terus berkarya sampai kapanpun," imbuh Jonas yang juga dikenal sebagai pendiri Surabaya Grunge Community (SGC).

Selain The Planet, banyak band yang ikut berpatisipasi dalam acara yang bertajuk 'Pesta Rasa' ini. Di antaranya: Decade X, NoBody'sPerfect, Criminal Cat Dub, Klepto Opera, Nonstop_band_official, Dancing DoLL, CINTA HITAM, ChaosX, Kerpus, Anolux Band dan Avoida band.

Semua band tampil ganas, crowd yang liar dan vibes yang menyenangkan membuat gig ini luar biasa dan memorable.

Nyaris semua band yang tampil disambut meriah oleh penonton. Mereka ikut menyanyi, beraksi di atas panggung hingga moshing....luar biasa! 

Hebatnya, meski berlangsung panas, acara berlangsung tetap kondusif. Semua saudara!

Acara heboh ini kembali digagas oleh Surabaya Grunge Community (SGC) yang konsisten memberi wadah band-band lokal berkarya. Dan seperti biasa, gigs semakin oke karena dipandu MC Cahya Vedder dan Aufa. 

"Acara berlangsung sukses, meriah. Meski penonton terus aktif berpartisipasi di atas panggung, tapi tetap cool. Senang sekali melihatnya," tegas Ariel Dahrullah, salah satu anggota lawas SGC.

Pria yang akrab dipanggil Aying ini mengingatkan, SGC selalu berusaha seoptimal mungkin, menampung band-band lokal yang ingin unjuk gigi.

"Yang punya karya dan ingin perform, hubungi kami. Semua genre kita terima, tanpa pilih kasih," pungkas Ariel Dahrullah yang kesehariannya berprofesi sebagai jurnalis.

Audience pun tak kalah bahagia. "Kalau datang ke acaranya SGC, selalu puas. Karena band-bandnya bagus-bagus, dan kami juga bebas berekspresi, tanpa larangan ini dan itu," terang Joni asal Tenggilis, Surabaya.tyan

Editor : Redaksi