PASURUAN (Realita) - Semangat gotong royong terlihat dalam kegiatan penanaman bibit cabai dan pepaya yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pencerahan (KKN-P) Kelompok 23 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Andonosari pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kebun KWT, Jalan Siwil, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan pertanian desa.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Kebun KWT oleh Bapak Edi selaku pengurus kebun sekaligus Ketua RT dukuh Siwil. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN-P 23 mendapatkan penjelasan mengenai sejarah berdirinya kebun, pengelolaan lahan, serta berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit cabai dan pepaya secara gotong royong bersama pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Edi menjelaskan bahwa Kebun KWT Dukuh Siwil Desa Andonosari telah ditetapkan sebagai kawasan budidaya tanaman sejak tahun 2019. Namun, kegiatan pengelolaan dan budidaya mulai berjalan secara aktif pada tahun 2022. Sejak saat itu, kebun terus dikembangkan sebagai lahan produktif yang dikelola bersama oleh anggota KWT dan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat Dukuh Siwil Desa Andonosari.
"Kebun ini sudah ditetapkan sejak tahun 2019, tetapi mulai aktif dikelola pada tahun 2022. Sampai sekarang kami terus mengembangkan berbagai jenis tanaman agar kebun ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Bapak Edi, selaku pengurus Kebun KWT.
Sementara itu, Ibu Ruslin menjelaskan bahwa kebun tersebut memiliki berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh anggota KWT maupun masyarakat sekitar. Tanaman yang dibudidayakan di antaranya labu siam, tomat, lemon, bawang prei, pepaya, stroberi, selada, serta berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya.
"Di kebun ini terdapat beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan, seperti labu siam, tomat, lemon, bawang prei, pepaya, stroberi, selada, dan masih banyak lagi," ujar Ibu Ruslin.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-P 23 tidak hanya berpartisipasi dalam penanaman bibit, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan kebun, teknik budidaya tanaman, serta pentingnya peran Kelompok Wanita Tani dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat melalui kolaborasi yang bermanfaat.
Mahasiswa KKN-P 23 berharap bibit cabai dan pepaya yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menambah keberagaman tanaman di Kebun KWT Dukuh Siwil Desa Andonosari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus menjalin kerja sama dalam mengembangkan sektor pertanian serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan memanfaatkan lahan produktif di desa.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol terjalinnya kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN-P Kelompok 23 UMSIDA dan Kelompok Wanita Tani Desa Andonosari. Semangat gotong royong yang tercipta selama kegiatan diharapkan dapat terus terjaga sehingga Kebun KWT Desa Andonosari semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. hk
Editor : Redaksi