Ribuan Siswa di Lamongan tak Terima MBG 

Abdul Qodir Jaelani (kanan), siswa SMK NU 1 Sukodadi mengeluhkan penghentian MBG. 
Abdul Qodir Jaelani (kanan), siswa SMK NU 1 Sukodadi mengeluhkan penghentian MBG. 

LAMONGAN – Sebanyak 2.791 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sukodadi, Kabupaten Lamongan, tidak lagi menerima pasokan makanan sejak 28 September 2026. Distribusi yang sebelumnya dilayani dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabayan itu hingga kini belum kembali berjalan. Kondisi tersebut menuai keluhan, terutama dari siswa SMK NU 1 Sukodadi.

Hingga Senin (12/10/2026), para siswa di sekolah tersebut belum kembali menerima MBG. Pihak sekolah mengaku belum memperoleh kepastian mengenai penyebab penghentian distribusi maupun jadwal penyaluran kembali.

Salah satu siswa SMK NU 1 Sukodadi, Abdul Qodir Jaelani, mengatakan dirinya bersama teman-temannya tidak lagi menerima MBG sejak 28 September lalu. Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar distribusi program tersebut kembali berjalan normal.

“Saya kurang tahu alasan apa hingga sekarang kami tidak dikirimi MBG lagi. Sejak tanggal 28 September sampai sekarang tidak ada pengiriman. Kami berharap secepatnya bisa mendapatkan MBG lagi,” ujar Abdul Qodir Jaelani saat ditemui awak media di sekolahnya, Senin (12/10/2026).

Ia meminta pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN), memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, sejumlah sekolah lain di wilayah Kecamatan Sukodadi masih menerima pasokan MBG, sedangkan siswa di sekolahnya tidak lagi mendapatkan jatah makanan.

Terhentinya distribusi juga berdampak pada kebutuhan makan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga siang hari. Mereka terpaksa membawa bekal sendiri dari rumah untuk memenuhi kebutuhan makan di sekolah.

“Iya, kalau siang kami lapar sekali. Kalau tidak ada MBG, ya terpaksa membawa bekal dari rumah,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator SMK NU 1 Sukodadi, Faizan Nurcahyo, membenarkan bahwa para siswa tidak lagi menerima distribusi MBG sejak 28 September 2026. Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian kapan penyaluran kembali dilakukan.
Faizan menjelaskan, informasi yang diterima pihak sekolah dari pengelola menyebutkan bahwa penghentian distribusi berkaitan dengan perbaikan infrastruktur serta persoalan antara pengelola SPPG dan pihak penyewa lahan.

“Sejak tanggal 28 September sudah berhenti. Informasi dari pihak pengelola, katanya ada perbaikan infrastruktur dan sedikit masalah dengan pihak penyewa lahan. Tetapi, kalau saya sering melintas di daerah timur situ, tidak pernah melihat ada tukang atau aktivitas perbaikan,” ungkap Faizan.

Ia mengaku masih mempertanyakan alasan penghentian tersebut karena belum memperoleh penjelasan lebih lanjut yang dapat disampaikan kepada pihak sekolah maupun para siswa.

Akibatnya, sekolah belum dapat memastikan kapan distribusi MBG kembali dimulai. Para siswa pun terus menanyakan kelanjutan program tersebut kepada guru, sementara pihak sekolah masih menunggu informasi resmi dari pengelola SPPG.

“Anak-anak sering bertanya kepada saya, kapan MBG mulai didistribusikan lagi. Kami hanya bisa menyampaikan bahwa sampai sekarang belum ada informasi yang jelas dari pihak SPPG. Kemarin memang ada informasi bahwa distribusi akan segera dimulai kembali, tetapi belum ada kepastian,” jelasnya.

Faizan menambahkan, jumlah penerima manfaat MBG di SMK NU 1 Sukodadi mencapai 297 siswa. Ia berharap distribusi segera dilanjutkan sehingga para siswa dapat kembali menerima manfaat program tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, dapur SPPG Surabayan sebelumnya melayani 2.807 penerima manfaat. Namun, realisasi distribusi tercatat sebanyak 2.791 porsi makanan yang menjangkau 37 lembaga pendidikan.yus

Editor : Redaksi