PADANG - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mempercepat penanganan dan eliminasi Tuberkulosis (TB), seiring dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI terhadap program eliminasi TB di Sumatera Barat.
Komitmen tersebut disampaikan Maigus Nasir usai menghadiri kuliah umum bertajuk Strategi Nasional Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB) yang digelar di Aula Prof. dr. M. Syaaf, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan itu turut menghadirkan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, serta diikuti jajaran tenaga kesehatan, akademisi, dan pejabat Pemerintah Kota Padang.
Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menyoroti perilaku merokok sebagai salah satu faktor risiko utama yang memperparah penyebaran TB di tengah masyarakat. Menurutnya, konsumsi rokok tidak hanya merusak kesehatan paru-paru, tetapi juga memperbesar potensi penularan penyakit menular tersebut.
“Perilaku merokok menjadi salah satu penyebab utama yang memperburuk kondisi penderita TB. Karena itu, upaya eliminasi TB harus dibarengi dengan pengendalian konsumsi rokok secara serius,” tegas Maigus Nasir.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Padang saat ini terus memperkuat implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai langkah konkret menciptakan lingkungan sehat sekaligus memutus rantai penyebaran TB.
Menurutnya, penguatan KTR bukan sekadar penegakan aturan, tetapi bagian dari investasi kesehatan masyarakat dan perlindungan generasi muda dari ancaman penyakit menular.
“Komitmen menghadirkan kawasan bebas asap rokok adalah bagian dari upaya penyelamatan generasi masa depan. Ini bukan hanya soal regulasi, tetapi bagaimana kita membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Maigus Nasir juga menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan eliminasi TB di Sumatera Barat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat dapat mempercepat target Indonesia bebas TB dalam beberapa tahun ke depan.
Kuliah umum tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB sekaligus pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan dini.pad
Editor : Redaksi