Mabes Polri Turun Gunung Selidiki Kasus Keracunan Masal MBG di Sidoarjo, 566 Korbannya 

mediarealita.co
Ratusan santri PP Mamba Hikam Sidoarjo keracunan MBG. Foto: Bayu

SIDOARJO (Realita)- Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Kabupaten Sidoarjo kini naik ke tingkat nasional. 

Mabes Polri resmi turun tangan melakukan penyelidikan setelah ratusan santri dan pelajar mengalami gejala keracunan.

Baca juga: MBG Perlu Dievaluasi, Keselamatan Anak Harus Menjadi Prioritas

Insiden terjadi Selasa (1/9). Para korban mengeluh pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu MBG dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin. Menunya: nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

Data terbaru menyebut korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo mencapai 566 orang. Korban berasal dari Ponpes Manba’ul Hikam Desa Putat dan sejumlah sekolah lain di Kecamatan Tanggulangin.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menyebut Polresta saat ini fokus di pengamanan TKP, evakuasi korban, dan pengawalan ambulans.  

“Kalau Polresta Sidoarjo ini sifatnya mem-back up. Karena ini kan sifatnya nasional. Kasus-kasus nasional biasanya kan Mabes sama Polda,” kata Novi, Jumat (4/9/2026).

Tim Mabes Polri sendiri sudah mendatangi dapur SPPG Kalitengah pada Kamis (3/9) malam. Petugas melakukan pengecekan sarana dan prasarana dapur. Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho juga diperiksa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut insiden terjadi karena kelalaian yang disengaja oleh SPPG Kalitengah. Penyebabnya: MBG terlambat dikirim melebihi batas waktu aman konsumsi.

Baca juga: Keracunan MBG Tembus 37 Ribu Anak, Amnesty International Indonesia Desak Program Dihentikan

BGN juga membuka peluang proses hukum jika ditemukan unsur pidana.  

Sebagai bentuk sanksi, BGN menjatuhkan penghentian operasional 30 hari terhadap dapur SPPG Kalitengah dan resmi mencopot Rafli Ridho dari jabatannya.

Wakil Kepala BGN Trenggono menegaskan investigasi masih jalan dan penanganan korban jadi prioritas. Hingga kini belum ada tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast menyebut Polda Jatim masih menunggu perkembangan penyelidikan Polresta Sidoarjo.  

Baca juga: Menjijikan! Ada Benda Mirip Ulat pada Menu MBG di Tawangrejo, Lamongan

“Tentunya kita tidak ingin mendahului hasil dari proses yang sedang dilakukan. Kita tunggu perkembangannya,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan awal, Kepala SPPG mengakui makanan MBG hanya tahan empat jam. Namun di lapangan makanan dinikmati korban sekitar tujuh jam setelah dimasak akibat keterlambatan pengiriman.

Hingga berita ini diturunkan, BGN menyatakan fokus menangani 23 korban yang masih dirawat di 9 RS di wilayah Sidoarjo.ang

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru