JAKARTA- Kabar tak sedap menimpa tiga band metal kebanggaan Indonesia, yakni Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit. Ketiganya terlantar di Eropa setelah menjadi korban penipuan oleh promotor Diablo Productions.
Akibat ulah tidak bertanggung jawab dari pihak promotor, konser mereka di Cork (Irlandia) dan London (Inggris) terpaksa dibatalkan total. Janji manis mengenai venue, akomodasi, hingga transportasi yang disepakati ternyata tidak dipersiapkan dengan baik.
Puncaknya terjadi saat tim tiba di London, di mana pihak venue mengonfirmasi bahwa tidak ada reservasi resmi dari Diablo Productions.
Berikut fakta-fakta terkait kondisi para personel dan aksi solidaritas yang bergulir:
Kronologi 'Ghosting': Janji akomodasi dan transportasi terabaikan, sementara komunikasi dengan promotor memburuk hingga tur terhenti.
Aksi Cepat Diaspora: Di tengah situasi terlantar, warga diaspora Indonesia di Irlandia langsung pasang badan dengan menampung para personel band metal tersebut untuk memberi tempat berteduh.
Penggalangan Dana: Tidak hanya tempat tinggal, diaspora Indonesia juga berinisiatif membuka penggalangan dana lewat situs GoFundMe untuk membantu operasional serta kepulangan mereka.
Pengakuan Personel: Pemain bas Jasad, Yuli Darma, mengonfirmasi bantuan dari warga Indonesia lokal di sana yang sangat membantu mereka bertahan hidup di tengah situasi darurat.
Meski harus menelan pil pahit akibat ulah promotor nakal, semangat gotong royong warga Indonesia di perantauan menjadi penolong utama bagi Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit di tanah Eropa.su
Editor : Redaksi