AWALNYA tersangk4 MAP menggunakan mobil Honda Brio merah untuk mengangkut jas4d k0rban yang telah disembunyikannya di dalam ember kamar mandi lalu akhirnya dib4kar dan dibuang di aliran Sungai Enim.
Pada tanggal 25 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB subuh, sehari setelah pembunuhal4n berlangsung, pelak0 yang sempat pulang ke rumah akhirnya kembali lagi ke hotel untuk mengurus jasad korb4n yang masih ia tinggalkan di sana.
Di dalam kamar, pelaku menekuk tubuh korb4n, membungkusnya dengan selimut hotel, lalu memasukkannya secara paksa ke dalam ember kamar mandi berwarna merah berukuran besar.
“Sebelum menurunkan jas4d korb4n, pelaku sempat mengecek kondisi sekitar dan memastikan tidak ada satpam penjagaan. Setelah dipastikan aman, pelaku menurunkan jasad korban dari lantai dua hotel ke dalam mobil,” kata Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra dalam press release pada Jumat (29/5/2026).
Jasad dalam ember itu kemudian diangkut menggunakan mobil Honda Brio miliknya menuju kawasan Jembatan Enim III.
Dalam perjalanan menuju lokasi pembuangan, pelak0 sempat berhenti untuk membeli satu botol pertalite seharga Rp15 ribu di sebuah warung Pertamini.
Setibanya di pinggir Sungai Enim, jasad k0rban yang masih berada di dalam ember dan terbungkus selimut langsung ditumpuk dengan kayu bakar, disiram pertalite, lalu disulut api hingga hangus terbakar.
Setelah tubuh korb4n terbakar hebat demi menghilangkan jejak, jas4d tersebut dibuang ke bawah jembatan hingga jatuh ke aliran sungai.
“Ketika membakar j4s4d, mobil sengaja diparkir mepet ke pinggir sungai agar aktivitas pelaku tidak terlihat oleh orang yang melintas,” jelas Kapolres.
Teka-teki penemuan mayat tanpa identitas di aliran Sungai Enim, tepatnya di pangkal Jembatan Enim III Muara Enim, Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, akhirnya terungkap.
Korban yang diketahui berinisial APS (23), warga Desa Perjito, ternyata tewas dibunuh secara sadis oleh mantan pacarnya berinisial MAP (33), warga Desa Karang Raja.
Menurut Kapolres, terungkapnya kasus ini bermula dari penemuan j4sad korb4n oleh warga yang hendak nongkrong di pagar beton pembatas Jalan Baru di kawasan pinggiran Sungai Enim, Jembatan Enim III, Desa Karang Raja, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Penemuan tersebut langsung menghebohkan warga dan viral di media sosial.
“Atas penemuan j4sad ini, personel Satreskrim Polres Muara Enim bersama Tim Identifikasi bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, petugas menemukan bek4s pembakaran yang menguatkan dugaan bahwa korban sengaja dibunuh sebelum jas4dnya dibuang ke sungai.
Berdasarkan hasil identifikasi medis di RSUD Dr HM Rabain Muara Enim, keterangan pihak keluarga, serta kecocokan dengan laporan orang hilang, identitas korban akhirnya dipastikan sebagai APS (23).
Sebelum mayat ditemukan, suami k0rban ternyata sempat melaporkan istrinya yang hilang ke Polres Lahat karena tidak pulang selama lebih dari tiga hari.
“Korban dikenali pihak keluarga melalui ciri khas pada bagian gigi, yakni adanya tambalan di antara dua gigi atas dan susunan gigi bawah kanan yang tidak rata,” terang Kapolres.
Sebelum kejadian maut tersebut, korb4n dan pelak0 pernah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun sebelum korban menikah.
Meski telah putus, keduanya masih berkomunikasi hingga akhirnya sepakat bertemu di sebuah hotel di Muara Enim pada 24 Mei 2026.
“Korb4n terlebih dahulu memesan kamar hotel karena pelaku tidak dapat datang tepat waktu. Sekitar pukul 04.00 WIB, korban kembali menghubungi pelak0 untuk datang ke hotel tersebut. Pelak0 datang sekitar setengah jam kemudian. Selama berada di hotel, keduanya sempat melakukan hubungan badan sebanyak empat kali dari pagi hingga sore hari,” jelas Kapolres.
Namun pada sore hari terjadi percekcokan antara korban dan pelaku. Yri
Editor : Redaksi