SURABAYA — Daging kambing kerap menjadi sajian favorit saat Idul Adha. Namun bagi sebagian orang, aroma prengus dan tekstur alot masih menjadi alasan untuk menghindarinya. Menjawab hal itu, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menghadirkan pengalaman kuliner Timur Tengah yang premium melalui menu Laham Mashwi & Nasi Kabsah.
Terinspirasi dari cita rasa Arab–Tunisia, sajian ini menawarkan sensasi daging kambing panggang yang juicy, empuk, kaya rempah, namun tetap ringan di lidah tanpa aroma menyengat.
Berbeda dari olahan kambing pada umumnya, Laham Mashwi dimasak menggunakan teknik slow roast selama berjam-jam sehingga menghasilkan tekstur lembut dengan cita rasa yang meresap sempurna. Dipadukan dengan Nasi Kabsah berbumbu rempah khas Timur Tengah, menu ini menghadirkan pengalaman makan yang hangat, aromatik, dan elegan.
Sous Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Sugiarto, mengungkapkan bahwa rahasia utama mengolah kambing tanpa bau prengus terletak pada proses marinasi dan teknik memasak yang tepat.
“Banyak orang salah kaprah dengan mencuci daging terlalu lama karena dianggap bisa menghilangkan bau. Padahal justru bisa membuat aroma khas kambing semakin keluar. Kuncinya ada pada pemilihan bagian daging, marinasi, dan proses slow roasting,” ujarnya.
Daging kambing yang digunakan dipilih dari bagian paha dan pundak, lalu dimarinasi menggunakan campuran bawang putih, bawang bombay, minyak zaitun, air lemon, serta rempah khas Timur Tengah seperti baharat, jintan, ketumbar, kayu manis, hingga kapulaga.
Setelah didiamkan selama beberapa jam, daging dipanggang perlahan pada suhu rendah hingga sari daging tetap terjaga dan menghasilkan tekstur super empuk.
Tak hanya dagingnya yang mencuri perhatian, Nasi Kabsah yang disajikan juga memiliki aroma khas yang menggugah selera. Beras basmati dimasak menggunakan kaldu kambing hasil panggangan, dipadukan rempah-rempah aromatik seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga.
Untuk menambah tekstur dan rasa, nasi disajikan dengan topping almond sangrai, kismis tumis mentega, serta sambal khas Timur Tengah bernama Salatah Har yang segar dan sedikit pedas.
Salah satu pengunjung, Lanny Nathalia, mengaku menu ini mengubah pandangannya terhadap olahan kambing.
“Biasanya saya kurang suka kambing karena aromanya kuat. Tapi di sini rasanya berbeda. Dagingnya empuk, rempahnya pas, dan tidak bikin enek. Justru terasa ringan dan bikin ingin tambah lagi,” katanya.
Melalui sajian ini, Java Paragon Hotel ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih dari sekadar menu Idul Adha. Perpaduan teknik memasak modern dengan kekayaan rempah Timur Tengah menjadikan Laham Mashwi & Nasi Kabsah sebagai pilihan menarik bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati kambing dengan cara berbeda dan lebih berkelas.yudhi
Editor : Redaksi