JAKARTA (Realita)- Bisnis logistik PT Pos Indonesia tengah menghadapi tekanan serius. Kerugian operasional yang disebut mencapai hampir Rp100 miliar per bulan menjadi perhatian dan memunculkan usulan suntikan modal dari Danantara.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdasarkan penjelasan manajemen Pos Indonesia.
Manajemen disebut optimistis kinerja perusahaan dapat pulih dalam satu hingga dua tahun ke depan. Namun, dukungan pendanaan dinilai masih dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan.
Said Iqbal berencana menyampaikan persoalan ini kepada Danantara sekaligus mengusulkan tambahan penyertaan modal. Meski begitu, ada syarat penting yang harus dipenuhi: perusahaan penerima pendanaan perlu memiliki model bisnis yang jelas.
Artinya, suntikan modal saja belum tentu cukup. Pos Indonesia juga perlu memperkuat strategi bisnis agar mampu bersaing dan memperbaiki kinerjanya.pos
Editor : Redaksi