JEMBER– Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember mulai berangsur terurai. Pemerintah Kabupaten Jember bersama Pertamina terus memantau distribusi dan ketersediaan stok di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.
Bupati Jember, Gus Fawait mengatakan, kondisi pembelian BBM di SPBU mulai membaik sejak Kamis lalu hingga pemantauan terbaru. Meski masih ditemukan antrean kendaraan, ia menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar.
Baca juga: Warga Antri BBM Berjam-jam di Sampang! Pertamina Sebut Bukan Kelangkaan
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa tersenyum. Dari hari Kamis kemarin sampai hari ini, pembelian BBM di SPBU sudah mulai normal kembali. Walaupun masih ada antrean, itu masih hal yang wajar,” kata Gus Fawait, Rabu (21/10/2026).
Pemantauan dilakukan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, Pertamina, serta unsur DPRD Jember. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus mengantisipasi terjadinya kembali antrean panjang.
Gus Fawait menegaskan, penanganan persoalan distribusi BBM tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Pertamina, pengusaha, dan masyarakat.
“Ini tidak bisa kerja sendiri. Kita harus kerja kolaboratif, eksekutif, legislatif, para pengusaha, Pertamina, masyarakat, dan semuanya,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya menormalkan distribusi BBM di Jember, termasuk Pertamina yang melakukan pengawasan terhadap ketersediaan stok di SPBU.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik. Ia meminta masyarakat melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga energi, bukan hanya menyoroti persoalan distribusi yang sempat terganggu.
“Yang perlu kita apresiasi bersama adalah pemerintah pusat memastikan harga BBM subsidi tidak naik. Itu luar biasa,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, stabilitas harga BBM bersubsidi menjadi hal penting, terutama di tengah tekanan harga energi yang dihadapi sejumlah negara.
Seiring membaiknya kondisi distribusi BBM, Gus Fawait menegaskan kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berjalan secara tatap muka. Ia menanggapi komentar sejumlah pelajar yang sebelumnya meminta pembelajaran daring di tengah persoalan antrean BBM.
“Bagi adik-adik yang kemarin komentar minta daring, enggak bisa. Harus semangat sekolahnya,” ucapnya.
Pemkab Jember berharap kondisi distribusi BBM yang mulai normal dapat menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan antrean tidak kembali memanjang dan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Editor : Redaksi