PONOROGO- Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, terbakar usai pelaksanaan shalat Zuhur, Senin (15/9/2026).
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 atau setelah jamaah meninggalkan masjid. Kepulan asap tebal terlihat keluar dari salah satu ruangan di sisi utara masjid.
Baca juga: Kebakaran Megamall Manado, Satu Orang Meninggal Dunia
Saksi mata, Rizki Ahmad, mengatakan saat itu jamaah baru saja selesai melaksanakan shalat Zuhur. Setelah jamaah pulang, tiba-tiba terlihat asap keluar dari kamar di bagian utara masjid.
“Sehabis zuhur, Mas. Ya sehabis zuhur. Lah, selesai adan itu ada kegiatan sholat. Terus sehabis sholat orang pulang, terus tiba-tiba asape keluar dari kamar sebelah utara,” kata driver Ojol ini.
Menurut dia, ruangan tersebut merupakan tempat untuk perangkat amplifier. Awalnya, kepulan asap yang terlihat masih sedikit. Namun, asap kemudian semakin tebal hingga memicu kebakaran.
“Lah, itu ada kepulan asap sedikit, terus lama-lama asapnya banyak, Mas,” ungkapnya.
Rizki mengatakan api pada awalnya hanya membakar bagian utara masjid. Namun, kondisi angin yang cukup besar membuat api kemudian merembet ke bagian selatan.
“Terus awalnya yang kebakaran kan cuma utara to, Mas. Terus karena anginnya besar, terus merembetnya ke selatan tadi, Mas,” kata dia.
Melihat kebakaran tersebut, Rizki bersama warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dikeluarkan dari dalam masjid. Mereka juga segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
“Ya berusaha untuk mengeluarkan yang bisa dikeluarkan, Mas. Terus sama usaha memanggil pemadam, minta tolong,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, informasi kebakaran diterima setelah jamaah selesai melaksanakan shalat Zuhur.
“Ini tadi sekitar pukul 12.00, nggih? Habis jamaah salat zuhur. Kemudian setelah itu, jamaah meninggalkan masjid, ada kepulan asap dan ternyata ada kebakaran,” katanya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kebakaran terjadi di ruangan sebelah utara imam.
“Awalnya di ruangan sebelah utara imam, awalnya informasi yang kami dapatkan,” terangnya.
Bambang mengatakan petugas kemudian langsung mengerahkan tiga unit truk pemadam kebakaran untuk menangani api.
“Kemudian kami segera mengirimkan tiga unit truk untuk segera menangani kegiatan pemadaman ini,” akunya.
Ia memastikan kebakaran terjadi setelah pelaksanaan ibadah shalat Zuhur selesai. Saat kebakaran mulai diketahui, jamaah sudah meninggalkan masjid.
“ Ibadah salat sudah selesai dan tidak ada tanda-tanda mungkin apa korsleting arus listrik atau enggak ada, apa? Kebakaranlah maksudnya. Di awal-awal. Tapi kejadian ini sudah, jamaah sudah pulang,” bebernya.
Bambang mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menduga kebakaran dipicu arus pendek listrik. Dugaan tersebut masih bersifat sementara.
“Untuk dugaan sementara karena memang tidak ada aktivitas, ini sementara arus pendek listrik,” ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, bagian utama Masjid Baitul Ikhlas dilaporkan terbakar. Bambang menyebut kondisi bangunan dari bagian depan imam hingga bagian dalam mengalami kebakaran, sementara bagian yang masih selamat hanya serambi.
“Total, termasuk total. Mulai dari depan imam, kemudian sampai, yang selamat cuman apa? serambinya,” kata dia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Damkar belum dapat memperkirakan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.znl
Editor : Redaksi