SIDOARJO- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mendorong agar seluruh pondok pesantren di Indonesia bisa mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan setelah ratusan santri di salah satu pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut.
Baca juga: Seskab Teddy Lincah Menari
Romo Syafi’i menilai pesantren memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia sehingga para santri juga perlu mendapat perhatian dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Menurutnya, perluasan penerima manfaat MBG ke lingkungan pesantren harus terus didorong dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan.
Kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo terjadi setelah ratusan santri mengalami gejala seperti mual dan sakit setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan melalui program tersebut.
Baca juga: Soal Keracunan MBG, Respons Prabowo: Kalau Sakit Perut Itu Biasa Sebetulnya
Data sementara menyebut lebih dari 500 pelajar terdampak, sementara pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian itu.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan dapur yang diduga menjadi sumber makanan telah dihentikan sementara selama proses pemeriksaan. Pemerintah juga memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: Kasus Keracunan MBG Makin Masif, Tak Terbendung
Dorongan agar pesantren mendapat MBG menjadi perhatian karena jumlah santri di Indonesia sangat besar.
Namun, kasus keracunan tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap kesiapan dapur penyedia makanan, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.bay
Editor : Redaksi