Suasana haru dan tegang mewarnai kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabupaten Karo, saat menemui keluarga korban insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Para orang tua meluapkan rasa kecewa dan kecemasan mereka karena belum mendapatkan penjelasan yang dianggap jelas mengenai penyebab pasti serta jenis racun yang memicu gangguan kesehatan anak-anak mereka.
Baca juga: Zulhas Akui MBG dan Kopdes Belum Berhasil: Banyak Maling di Situ!
Salah seorang ibu siswa SMA Negeri 1 Berastagi meluapkan tangisnya seraya mempertanyakan zat pasti yang dikonsumsi anaknya hingga harus menjalani perawatan berulang.
Baca juga: Anggaran MBG Naik Rp11 Triliun, Tahun 2027 Jadi Rp240 Triliun
Ia menceritakan anaknya mengalami sesak napas sejak Kamis (13/8), sempat dirawat tiga hari di RS Amanda, namun kembali memburuk dengan gejala mual serta gatal-gatal hingga harus dibawa ke RS Efarina Etaham. Selain dampak fisik, insiden ini juga meninggalkan trauma psikologis mendalam di mana sang anak merasa takut bahkan saat melihat piring makan di rumah.
Baca juga: MK Putuskan Anggaran Pendidikan dan MBG Harus Dipisah
Pihak keluarga mendesak pemerintah dan BGN tidak sekadar menyampaikan permintaan maaf atau melakukan kunjungan seremonial semata. Keluarga korban menuntut transparansi hasil laboratorium dan penjelasan medis yang konkret agar memahami langkah pengobatan yang tepat serta kejelasan bentuk pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan.sum
Editor : Redaksi