Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemerintah menyiapkan ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil untuk mempercepat evakuasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis, terutama di daerah dengan akses sulit. Pesawat tersebut dirancang agar dapat mendarat di lapangan rumput, pasir, hingga kawasan pinggir sungai.
Prabowo juga membuka opsi menghadirkan tim dokter terbang yang dapat langsung diterjunkan ke lokasi warga yang sakit keras maupun daerah terdampak bencana. Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang harus menempuh perjalanan 7–9 jam untuk mendapatkan layanan kesehatan, termasuk ibu yang hendak melahirkan, akibat kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai.
Baca juga: Prabowo Kenalkan Susanah, Buruh Pengupas Bawang Berupah Rp700 Ribu per Kg
Rencana ini tentu bisa menjadi solusi darurat untuk wilayah terpencil. Namun, pertanyaannya: mengapa akses dasar menuju fasilitas kesehatan tidak dibenahi terlebih dahulu? Jalan dan jembatan yang layak, puskesmas yang lebih dekat, tenaga kesehatan yang cukup, ambulans darat, fasilitas persalinan, serta sistem rujukan yang cepat tetap menjadi kebutuhan utama.
Ambulans udara seharusnya menjadi solusi ketika kondisi darurat tidak bisa ditangani melalui jalur biasa, bukan menjadi pengganti pembangunan infrastruktur dasar. Karena kalau warga masih harus menempuh perjalanan berjam-jam akibat jalan dan jembatan yang buruk, bukankah akar masalahnya juga harus diselesaikan?
Baca juga: Wartawan Malang Raya Geram, Tuntut Prabowo Cabut Ucapan 'Londo Ireng'
Editor : Redaksi