Kurangnya Perhatian Pemkab Lamongan terhadap Atlet PODSI Jadi Sorotan

mediarealita.co
Muhammad Azil Dwi Prastya (kiri), putra asli Lamongan peraih medali emas Porprov 2025 kelas Stand Up Paddle. Foto: Dok Yusuf

LAMONGAN – Minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terhadap pembinaan atlet kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Lamongan yang berharap adanya dukungan nyata bagi atlet dayung binaannya yang akan berlaga di tingkat nasional.

Muhammad Azil Dwi Prastya, atlet dayung binaan PODSI Lamongan, dijadwalkan mewakili Kabupaten Lamongan pada nomor Stand Up Paddle (SUP) dalam ajang Seleksi Kejuaraan Nasional (Seleknas).

Baca juga: Bupati Gresik dan Kapolres Resmikan Sentra IKM Logam di Hulaan

Sebagai syarat mengikuti Seleknas, PODSI Lamongan telah menerbitkan Surat Rekomendasi Nomor 22/PD-PODSI-LA/VII/2026 yang ditandatangani Ketua Umum M. Lutfi Ludianto dan Sekretaris Fatkhur Rokhman.

Azil mengaku masih minimnya dukungan dari pemerintah daerah menjadi kendala yang kerap dihadapi atlet. Menurutnya, meski telah mendapat rekomendasi dari organisasi, atlet tetap membutuhkan bantuan biaya keberangkatan, akomodasi awal, hingga uang saku sebelum seluruh pembiayaan dari panitia pusat dapat diterima.

"Surat rekomendasi dari pusat umumnya baru menanggung biaya setelah atlet tiba di lokasi Seleknas. Sementara biaya transportasi dari daerah menuju lokasi, perlengkapan pribadi, hingga kebutuhan awal keberangkatan sering kali harus kami tanggung sendiri atau dibantu klub," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Selain dukungan pembiayaan, Azil juga berharap pemerintah daerah memberikan dispensasi resmi agar status pendidikan atlet, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, tidak terganggu selama mengikuti pemusatan latihan maupun kejuaraan nasional.

Ia juga menyampaikan aspirasi agar perhatian pemerintah tidak hanya datang ketika atlet berhasil meraih prestasi.

Baca juga: Dugaan Pelanggaran Etik Ketua DPRD Gresik Berlanjut, Badan Kehormatan Nyatakan Laporan PiAR Lengkap

"Sebagai masukan yang membangun, banyak atlet merasakan Pemda baru hadir memberikan apresiasi setelah memperoleh medali. Padahal dukungan sebelum bertanding justru sangat dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, Ketua PODSI Lamongan, M. Lutfi Ludianto, menegaskan bahwa Muhammad Azil Dwi Prastya merupakan atlet binaan PODSI Lamongan yang dipersiapkan untuk mewakili daerah pada nomor SUP di Seleknas.

Menurut Lutfi, dukungan administrasi dari organisasi merupakan persyaratan wajib bagi atlet untuk dapat tampil pada kejuaraan tingkat nasional. Ia berharap Azil mampu menjadi duta olahraga air Kabupaten Lamongan sekaligus mengharumkan nama daerah.

"Prestasi olahraga air tidak bisa lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Kami prihatin karena atlet memiliki potensi besar, tetapi masih terkendala fasilitas, dana pembinaan, serta biaya keberangkatan," ujarnya.

Baca juga: Bupati Gresik Tekankan Kualitas Operasional SPPG dan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar

PODSI Lamongan pun mendorong Pemkab Lamongan agar memberikan perhatian lebih terhadap para atlet, terutama dalam bentuk dukungan anggaran, fasilitas, dan pembinaan, sehingga mereka dapat fokus berlatih dan bertanding tanpa terbebani persoalan biaya.

"Kami berharap Pemkab Lamongan memberikan perhatian yang lebih serius kepada atlet-atlet berprestasi. Semoga Azil dapat mengikuti seluruh rangkaian Seleknas dengan baik, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama harum Kabupaten Lamongan di tingkat nasional," pungkas Lutfi.

Reporter: M.Yusuf AL Ghoni

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru