Adik Prabowo Klaim Uang Pajak Bisa untuk Biayai MBG dan Kopdes

JAKARTA- Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa sekitar 30–40 persen aktivitas ekonomi Indonesia diperkirakan belum tercatat secara resmi. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp10.000 triliun berdasarkan perkiraan Bank Dunia yang dirujuk Hashim.

Ia menilai kondisi tersebut membuat potensi penerimaan pajak negara belum tergali secara maksimal. Aktivitas yang dicontohkan antara lain transaksi tunai tanpa kuitansi hingga kegiatan usaha seperti salon kecantikan dan warung makan.

Hashim juga menyoroti rasio penerimaan negara yang disebut berada di kisaran 12 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah pun didorong memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, dan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pemungutan pajak.

Namun, perlu dicatat, Rp10.000 triliun merupakan perkiraan nilai aktivitas ekonomi yang tidak tercatat, bukan jumlah pajak yang otomatis bisa ditagih negara.ha

Editor : Redaksi

Berita Terbaru