Ketua PBNU Yakini Publik Objektif Nilai Kepemimpinan ST Burhanuddin

mediarealita.co
Jaksa Agung ST Burhanuddin.

JAKARTA- Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menegaskan kasus hukum yang menyeret oknum individu di Kejaksaan Agung tidak boleh merusak marwah institusi. Ia meminta penegakan hukum terhadap koruptor dan oligarki tetap berjalan tanpa kompromi.

Pernyataan itu disampaikan Gus Fahrur menanggapi sorotan publik terhadap Kejaksaan Agung belakangan ini.

Gus Fahrur meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin bersikap tegas dan transparan dalam menyikapi persoalan ini.

"Jaksa Agung perlu bersikap tegas, transparan, melakukan evaluasi internal, dan memastikan seluruh penanganan perkara tetap profesional serta bebas intervensi," ungkap Gus Fahrur, di Jakarta, Senin (27/07/2026).

Menurutnya, situasi saat ini merupakan ujian besar bagi kepemimpinan dan integritas di tubuh Kejaksaan. 

"Ini adalah ujian besar kepemimpinan dan integritas. Pemimpin yang baik diukur dari keberaniannya membenahi institusi, bukan menghindari masalah," tegasnya.

Gus Fahrur meminta agar Jaksa Agung ST Burhanuddin tetap tampil di garis depan memastikan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan.

“Tentu peristiwa ini jadi pukulan telak bagi Kejagung. Tapi selaku pimpinan, jangan sampai semangat Pak Jaksa Agung kendor, karena bisa melemahkan kinerja instansi,” kata Gus Fahrur.

Menanggapi kekhawatiran publik, Gus Fahrur menilai prestasi Kejagung selama ini tidak boleh dilupakan begitu saja.

"Prestasi tetap harus diapresiasi, tetapi kekurangan juga harus diperbaiki. Penilaian harus objektif, adil, dan proporsional," katanya.

Ia mendorong publik menilai secara utuh berdasarkan rekam jejak Kejaksaan, mulai dari keberhasilan mengungkap kasus besar, menyelamatkan aset negara, hingga komitmen melakukan pembenahan.

"Publik perlu menilai secara utuh berdasarkan rekam jejak, keberhasilan mengungkap kasus besar, menyelamatkan aset negara, serta komitmen melakukan pembenahan," jelas Gus Fahrur.

Untuk mencegah terulangnya penyimpangan, Gus Fahrur menyebut prioritas saat ini adalah memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya integritas.

"Prioritasnya adalah memperkuat pengawasan internal, membangun budaya integritas, dan memperbaiki sistem agar penyimpangan tidak terulang," ucapnya.

Terkait penunjukan Jampidsus yang baru, ia meminta semua pihak menghormati keputusan tersebut. 

"Kita menghormati penunjukan Jampidsus yang baru. Yang terpenting adalah membuktikan integritas, profesionalisme, dan independensi melalui kinerja nyata," ujarnya.

Gus Fahrur optimistis, jika ujian ini berhasil dilewati dengan baik maka kepercayaan publik terhadap Kejaksaan justru akan semakin kuat.

"Jika ujian ini berhasil dilewati dengan baik, kepercayaan publik terhadap Kejaksaan dan penegakan hukum akan semakin kuat karena hukum terbukti mampu mengoreksi dirinya sendiri," pungkas pengasuh pondok pesantren An-Nur ini.

Di akhir pernyataannya, Gus Fahrur menitipkan pesan kepada seluruh insan Adhyaksa.

"Kepada seluruh insan Adhyaksa, jagalah integritas, tegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan tetap fokus menyelamatkan uang negara dari korupsi demi keadilan dan kemaslahatan bangsa," tegas Ketua PBNU tersebut. hrd

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru