PADANG - Partai Demokrat Sumatera Barat resmi memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) V yang digelar di Hotel Mercure Padang, Jumat (24/7/2026), partai berlambang bintang mercy itu menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi internal, memperkokoh struktur organisasi, serta membangun strategi politik sejak dini demi merebut kemenangan pada pesta demokrasi mendatang.
Mengusung tema "Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan", Musdalub dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah, mulai dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Wakil Sekretaris Jenderal Afriansyah Noor, Imelda Sari, Ketua DPD Demokrat Sumbar Mulyadi, Doni Harsiva Yandra, Ramlan Nurmatias, Yulian Efi, anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumbar, DPRD kabupaten/kota, hingga para kader dari seluruh Sumatera Barat.
Musdalub menjadi momentum penting bagi Demokrat Sumbar untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah perjuangan politik lima tahun ke depan di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompetitif.
Ketua Pelaksana Musdalub, Ari Prima, mengatakan seluruh kader harus menjadikan Partai Demokrat sebagai rumah perjuangan yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Hari ini kita hadir di sini dalam rangka sebuah pilihan, yaitu pilihan untuk berbuat baik melalui Partai Demokrat," ujarnya.
Menurut Ari, semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk membangun kekuatan partai. Ia optimistis hasil Musdalub akan melahirkan berbagai keputusan strategis yang semakin memperkuat posisi Demokrat di Sumatera Barat.
"Habis gelap terbitlah terang. Insya Allah 2029 langit Sumatera Barat akan terus membiru," katanya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi, menegaskan pelaksanaan Musda lebih awal bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan strategi untuk memastikan Demokrat memiliki waktu yang cukup dalam membangun organisasi hingga ke tingkat akar rumput sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan forum konsolidasi yang menentukan arah perjuangan partai ke depan.
"Rapatkan barisan berarti tidak ada lagi sekat di antara kita. Yang ada hanya satu identitas, satu tujuan, dan satu perjuangan, yaitu Partai Demokrat," tegas Mulyadi.
Ia mengajak seluruh kader menghilangkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi antarstruktur partai. Konsolidasi, katanya, harus berjalan dari tingkat provinsi hingga ranting agar mesin partai benar-benar siap menghadapi kontestasi politik.
Mulyadi juga mengingatkan bahwa tantangan politik saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, hingga perubahan regulasi kepemiluan menuntut seluruh kader memiliki kemampuan beradaptasi dan bekerja lebih efektif.
Karena itu, ia meminta seluruh kader aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta menunjukkan keberadaan Partai Demokrat melalui kerja nyata.
"Pemilu tidak dimenangkan pada hari pencoblosan. Pemilu dimenangkan oleh kerja yang dilakukan bertahun-tahun sebelumnya," ujarnya.amr
Editor : Redaksi