Zaskia Adya Mecca Terjun Langsung, Rasakan Penderitaan Masyarakat Akibat Karhutla

mediarealita.co
Zaskia Adya Mecca memakai masker untuk bernafas. Foto: IG Zaskiaadya

PALANGKARAYA- Zaskia Adya Mecca menunjukkan aksi nyatanya dengan terjun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, tepatnya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Lewat akun Instagramnya, istri Hanung Bramantyo ini membagikan rutinitasnya bersama para relawan dalam berjibaku memadamkan api dan asap yang tak mudah. Bagi seleb yang disapa Kia ini, pengalaman tersebut terasa begitu emosional. 

Baca juga: DOR! 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 3 Perusahaan Asing Ikut Kena

Selama empat hari berada di Kalimantan, ia mengaku tak bisa berhenti menangis melihat kondisi dan perjuangan warga yang hidup di tengah kepulan asap selama berbulan-bulan. Bahkan sejak hari pertama tiba di Kalimantan, ia mengaku tidak sanggup menahan rasa harunya usai mendengar cerita langsung dari para warga lokal. 

Di lokasi yang tak jauh dari titik pendaratannya, Zaskia menyaksikan bagaimana masyarakat sekitar bahu-membahu menjadi relawan mandiri demi menyelamatkan pemukiman dari kepungan si jago merah. Ibu lima anak ini makin tersentuh dengan besarnya pengorbanan para relawan yang bekerja tanpa digaji. Bahkan demi mengoperasikan mesin pompa air pemadam, warga secara sukarela menyisihkan uang pribadi mereka mulai dari nominal Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. 

“Jadi di sini ada masyarakat yang sebagai relawan mandiri, mereka ikut madamin setiap hari. Dan tahu nggak, buat beli bensin, buat ngidupin mesin ya, mereka itu patungan dari uang mereka masing-masing: Rp10.000, kadang Rp15.000, Rp20.000,” kata Zaskia.

Baca juga: Karhutla Tak Kunjung Jadi Bencana Nasional, Menko Polkam: Negara Kita Masih Sanggup

Uang patungan tersebut mereka kumpulkan tiap hari untuk membeli bahan bakar mesin pompa air, padahal kondisi ekonomi para relawan sendiri sebenarnya juga berada dalam keterbatasan. Tak hanya harus merogoh kocek pribadi, para relawan mandiri ini juga terpaksa menghadapi kobaran api tanpa dukungan Alat Pelindung Diri yang memadai. Zaskia memperlihatkan bagaimana warga bertaruh keselamatan hanya dengan perlengkapan seadanya. 

“Jadi yang bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka nggak digaji. Bahkan mereka untuk memadamkan, untuk mereka butuh bahan bakar, mereka patungan, dan tidak dalam kondisi berlebih gitu, jadi dalam kondisi yang terbatas juga,” ungkapnya.

Baca juga: Asap Karhutla dari Kalimantan Suda Masuk Jakarta

Ketiadaan bantuan fasilitas yang memadai membuat warga tergerak bertindak sendiri karena kobaran api sudah mulai merembet mendekati area pemukiman tempat tinggal mereka. Pengalaman di satu titik kebakaran saja sudah cukup membuat ibu lima anak ini merasa sangat emosional. 

Ia tidak bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan para relawan yang sudah bertahan selama berbulan-bulan di tengah kepungan asap, terutama di area lain seperti Palangkaraya yang kondisi titik apinya jauh lebih parah. Melalui unggahannya, Zaskia berharap perjuangan tulus masyarakat lokal ini bisa mendapatkan perhatian dan dukungan perlengkapan yang lebih layak.br

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru