PDIP Sentil Gestur Seskab Teddy Mainkan Pulpen saat Rapat Bareng Putin

mediarealita.co
Teddy saat mainan pulpen. Foto: Video Viral

JAKARTA- Politisi PDIP Jhon Sitorus menyoroti gestur Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang terlihat memainkan pulpen saat rapat Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.. 

Menurut Jhon, pertemuan tersebut merupakan agenda penting yang berkaitan dengan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. 

Baca juga: Unggahan Seskab Teddy Terkait Kunjungan Prabowo di Karhutla Menuai Cibiran

Hal ini disampaikan Jhon Sitorus melalui unggahan di Instagram pribadinya, Jumat (4/9).

"Sopankah mainin pulpen ditengah forum internasional atau forum formal? Atau memang Teddy sedang membuat standar baru dihadapan Vladimir Putin?," tulisnya.

Meski tidak ada aturan internasional yang secara khusus melarang gestur tersebut, etika pertemuan tingkat tinggi tetap menuntut sikap tubuh yang tenang dan sopan. 

“Secara protokoler formal, tidak ada memang aturan internasional yang melarang gestur ini,” ujarnya.

Dalam perspektif ilmu komunikasi, Jhon menyebut memainkan benda seperti pulpen dapat dikategorikan sebagai adaptors.

Hal itu berkaitakn dengan gerakan bawah sadar yang muncul untuk merespons kejenuhan, energi berlebih, atau kecemasan. 

Gestur tersebut dapat ditafsirkan oleh pengamat maupun lawan bicara sebagai tanda kurang menghargai, gugup, atau tidak fokus. 

Baca juga: Tengah Malam, Seskab Teddy Temui Ketua Umum GRIB Jaya Hercules

“Gestur ini sering kali dianggap oleh pengamat atau lawan bicara sebagai tanda kurang menghargai, gugup, atau tidak fokus pada jalannya perundingan,” katanya.

Jhon mengaku yakin Teddy memahami makna gestur yang dilakukannya dalam pertemuan tersebut. 

Politisi PDIP itu bahkan menduga Teddy memainkan pulpen dengan seizin Presiden Prabowo sehingga terlihat begitu santai di hadapan Putin. 

“Saya juga yakin itu atas seizin Presiden Prabowo sehingga dia senyaman itu memainkan pulpen di hadapan Vladimir Putin,” kata Jhon.

Baca juga: Prabowo Tak Pernah Ajak Dubes saat ke Luar Negeri, Prof Ikrar: Yang Diajak malah Teddy

Menurut Jhon, jika gestur tersebut dilakukan tanpa pertimbangan, tentu ada konsekuensi yang perlu diperhitungkan dalam pertemuan diplomatik.

Lantas, politisi PDIP itu menegaskan bahwa gestur kecil dalam pertemuan tingkat tinggi dapat memiliki makna tersendiri dalam komunikasi nonverbal. tri

 

 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru