JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pemerintah agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan proyek dengan dana besar tetapi dampak kecil tidak boleh lagi terjadi.
Pesan itu disampaikan saat Presiden memberikan keterangan pemerintah mengenai RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Baca juga: Prabowo Janji Renovasi 10.000 Puskesmas
Prabowo menuntut setiap kebijakan memiliki sasaran yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tidak boleh ada proyek yang hanya besar pada anggaran, tetapi kecil manfaatnya. Tidak boleh ada insentif tanpa pekerjaan baru. Tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi. Setiap rupiah harus memiliki tujuan. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran. Setiap pejabat harus memiliki pertanggungjawaban," tegas Prabowo.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas utama pemerintah adalah melayani rakyat, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta melindungi warga dari berbagai ancaman sosial dan ekonomi.
"Pemerintah harus mengabdi kepada rakyat, mengabdi kepada bangsa, memberikan solusi pada kesulitan-kesulitan rakyat. Tugas pemerintah yang paling utama adalah melindungi segenap tumpah darah rakyat dari semua ancaman, ancaman bahaya, ancaman kemiskinan, ancaman pemutusan hubungan kerja, dan berbagai ancaman lainnya," lanjutnya.
Presiden turut menyoroti praktik korupsi, penipuan, dan penggelembungan anggaran. Menurutnya, mark-up yang melampaui batas tertentu sudah dapat dikategorikan sebagai penipuan.
"Pemerintah di semua tingkatan harus hilangkan praktik-praktik korupsi, penipuan, dan mark-up. Penggelembungan lebih dari 3 persen, menurut saya, sudah masuk penipuan," ujar Presiden dengan nada bicara serius.
Baca juga: Foto Prabowo Berkibar di Langit, Netizen: Ini HUT RI atau Ultah Presiden?
Dalam upaya menekan pemborosan, Prabowo meminta kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah memangkas pengeluaran seremonial yang tidak mendesak. Ia bahkan mencontohkan anggaran perayaan ulang tahun kementerian.
"Kita harus kurangi semua pengeluaran tidak efisien. Saya gembira sekarang tidak ada lagi anggaran ulang tahun kementerian. Ulang tahun kementerian cukup potong tumpeng saja," katanya.
Menurut Prabowo, anggaran akan jauh lebih bermanfaat jika diarahkan untuk memperbaiki layanan dasar seperti sekolah, rumah sakit, dan kesejahteraan guru.
"Lebih baik perbaiki sekolah, perbaiki rumah sakit, tingkatkan gaji guru daripada upacara-upacara. Tetapi, kalau upacara hari kemerdekaan secara terpusat itu wajib," tambahnya.
Baca juga: Prabowo Minta Anak Indonesia Kuasai 4 Bahasa
Prabowo menegaskan pemerintah ingin membangun ekonomi Indonesia yang kuat dan berdaulat dengan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengajak seluruh unsur bangsa ikut mengawal agenda tersebut.
"Saya mengajak DPR RI, DPD RI, seluruh lembaga negara, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, pekerja, petani, nelayan, tenaga kesehatan, guru, dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal agenda ini bersama-sama," ujarnya.ha
Editor : Redaksi