JAKARTA -- Upaya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendongkrak elektabilitas melalui safari politik Presiden ke-7 RI Jokowi justru mendapat sentilan negatif publik.
Pegiat politik, ekonomi, dan sosial, Arif Wicaksono, menilai hasilnya belum terlihat jika mengacu pada angka elektabilitas PSI yang disebut masih berada di level 1,9 persen.
Baca juga: Dasco Kepergok Bilang "Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi", Pengamat: Ada Apa dengan Dasco dan Jokowi?
Menurutnya, intensitas kehadiran Jokowi dalam agenda politik PSI belum otomatis membuat tingkat keterpilihan partai tersebut ikut meningkat.
Blak-blakan, Arif menyinggung aktivitas Jokowi yang disebutnya telah melakukan safari politik selama dua bulan.
"Jokowi dua bulan Full Safari. (elektabilitas) PSI Turun ke 1,9 persen," ujar Arif, Minggu (16/8/2026).
Ia kemudian mempertanyakan alasan elektabilitas PSI belum menunjukkan peningkatan meski mendapat dukungan dan eksposur politik dari mantan Presiden tersebut.
"Kenapa belum naik-naik? Mungkin rakyatnya masih ingat mana yang beneran kerja, mana yang cuma numpang eks Presiden," tukasnya.
Arif menekankan bahwa publik memiliki penilaian tersendiri terhadap partai politik, termasuk dalam melihat kerja nyata dibandingkan sekadar memanfaatkan popularitas tokoh tertentu.
Kata Arif, masyarakat masih dapat membedakan antara kerja politik yang benar-benar dirasakan dengan strategi yang mengandalkan figur mantan kepala negara.
Baca juga: Diduga Mic Bocor, Dasco Bilang ke Puan: Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi
Arif kemudian melontarkan analogi yang cukup menohok untuk menggambarkan kondisi elektabilitas PSI.
"Ternyata efeknya sama kayak charger rusak, makin sering dicolokin, makin drop," tandasnya.
Sebelumnya, aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan aktif melakukan safari ke sejumlah daerah belum menunjukkan dampak signifikan terhadap elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Hal itu tergambar dalam hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Dalam simulasi pilihan partai politik untuk DPR RI, elektabilitas PSI tercatat masih berada di angka 1,9 persen.
Angka tersebut menunjukkan posisi PSI relatif belum bergerak dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun terakhir.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, aktivitas Jokowi yang turun langsung ke berbagai daerah sejauh ini belum mampu memberikan tambahan suara yang berarti bagi PSI.
Menurutnya, tingkat elektabilitas PSI masih bertahan pada angka yang sama meski Jokowi telah melakukan sejumlah agenda politik di berbagai wilayah.
Editor : Redaksi