Kapolres Madiun Kota, Ajak Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas

mediarealita.co
Kamtibmas bersama organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, komunitas, dan kelompok masyarakat di Warung TKP, depan GOR Wilis Kota Madiun, Selasa (11/8/2026) malam. Foto: Yatno

MADIUN– Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto mengajak mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Madiun.

Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog Kamtibmas bersama organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, komunitas, dan kelompok masyarakat di Warung TKP, depan GOR Wilis Kota Madiun, Selasa (11/8/2026) malam.

Baca juga: Kubu Thariq Sentil Sekda Soal Dana Forkopimda, Harusnya Usul ke Kepala Daerah 

Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum bagi Rizki yang baru sekitar sepekan menjabat Kapolres Madiun Kota untuk memperkenalkan diri, membangun komunikasi, sekaligus menyerap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat.

Dialog tersebut dihadiri perwakilan HMI, KNPI, PMI, GMNI, KMMI, BEM Universitas PGRI Madiun (Unipma), BEM Universitas Bakti Madiun (UBM), BEM Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, BEM Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Forum Gertak, SBMR, hingga komunitas ojek online (ojol).

Rizki mengatakan, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan langkah penting bagi dirinya sebagai pejabat baru di Kota Madiun. Selain untuk memperkenalkan diri, komunikasi tersebut menjadi pijakan untuk membangun hubungan dan sinergi yang lebih luas ke depan.

“Sebagai warga baru, saya harus memperkenalkan diri dulu. Saya harus sowan kepada teman-teman supaya bisa saling mengenal dan ke depan bisa berhubungan lebih luas,” ujar Rizki.

Ia mengaku masih perlu beradaptasi dengan karakteristik dan lingkungan Kota Madiun. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat dinilai penting agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan maksimal sekaligus mendapat dukungan dari masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rizki juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun komitmen bersama untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, keamanan tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum. Kondisi yang aman dan kondusif juga menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan investasi, perekonomian, pendidikan, serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kita sama-sama berkomitmen menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di Kota Madiun. Tujuannya besar, bagaimana menciptakan iklim investasi yang baik, perekonomian yang stabil, pendidikan yang nyaman, dan kehidupan yang layak. Semua bermula dari situ,” katanya.

Rizki juga mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan elemen masyarakat yang menyampaikan berbagai pandangan dalam dialog tersebut. Menurutnya, kritik dan masukan justru dibutuhkan kepolisian sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menentukan langkah ke depan.

“Teman-teman mahasiswa kritis-kritis. Justru kami membutuhkan asupan dari mereka. Kami membutuhkan feedback, saran, masukan, dan ide untuk pengembangan ke depan,” jelasnya.

Baca juga: Dinilai Langgar Kode Etik ASN, Pedagang Pasar Adukan Kabag Hukum ke Sekda ‎

Berbagai aspirasi yang diterima, lanjut Rizki, akan dipelajari dan dipilah berdasarkan kewenangan serta tingkat urgensinya. Ia menegaskan, tidak seluruh persoalan yang disampaikan masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Banyak sekali saran dan masukan. Tentunya harus kami pelajari satu per satu. Tidak bisa semuanya langsung kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Menurut Rizki, apabila persoalan yang disampaikan masih berada dalam kewenangan Polres Madiun Kota, pihaknya akan berupaya mengambil langkah sesuai aturan. Namun, jika persoalan tersebut menjadi kewenangan instansi lain, kepolisian akan berusaha menjembatani aspirasi masyarakat kepada pihak terkait.

“Kalau memang domain saya, saya bisa memutuskan. Kalau perlu dijembatani, saya bisa membantu. Tetapi kalau domainnya di luar kami, kami akan mencoba menjembatani aspirasi tersebut,” terangnya.

Setelah sekitar sepekan menjalankan tugas di Kota Madiun, Rizki menilai kondisi wilayah yang dipimpinnya relatif aman dan nyaman. Ia juga melihat Kota Madiun memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dari sektor jasa, perdagangan, dan industri.

 

Baca juga: Komunitas Petarung Bebas Kota Madiun Raih Lima Gelar Juara, Dorong Event Bela Diri Cegah Tawuran

“Dalam satu minggu terakhir saya melihat Kota Madiun sudah sangat nyaman. Saya juga berdiskusi dengan Forkopimda mengenai ide-ide besar yang akan dikembangkan di Madiun,” katanya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diimbangi dengan situasi keamanan yang terjaga. Sebab, perkembangan ekonomi dan aktivitas masyarakat akan berjalan optimal apabila didukung lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Ke depan, Rizki berkomitmen memperkuat komunikasi serta membuka ruang pendekatan yang lebih luas dengan masyarakat. Ia berharap sinergi antara kepolisian, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan berbagai elemen lainnya dapat terus terbangun.

“Kita akan sering-sering merangkul masyarakat. Kita sama-sama berkomitmen menjaga Madiun menjadi kota yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Sementara terkait potensi konflik di Kota Madiun, Rizki menilai setiap daerah pada dasarnya memiliki potensi munculnya persoalan. Namun, potensi tersebut tidak selalu berkembang menjadi konflik apabila dapat diidentifikasi dan dikelola secara bersama-sama sejak awal.

“Potensi semua itu pasti ada. Namun, bagaimana kita mengelolanya,” pungkasnya. Yw

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru