JAKARTA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot setelah kasus dugaan keracunan makanan terus terjadi di sejumlah daerah. Amnesty International Indonesia mencatat lebih dari 37 ribu anak sekolah dilaporkan menjadi korban keracunan MBG sejak Januari 2025 hingga Mei 2026. Sekitar 9.000 kasus terjadi sepanjang Januari-Mei 2026.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai kasus dugaan keracunan di Jayapura, Papua, dan Semarang, Jawa Tengah, menjadi peringatan serius bagi pemerintah.
Baca juga: Menjijikan! Ada Benda Mirip Ulat pada Menu MBG di Tawangrejo, Lamongan
“Besarnya jumlah siswa yang dilaporkan keracunan MBG di Jayapura, Papua, dan di Semarang, Jawa Tengah dalam sepekan terakhir harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera menghentikan dan mengevaluasi program tersebut.”, paparnya.
Amnesty International Indonesia menilai kasus keracunan yang berulang menunjukkan adanya persoalan serius dalam penyediaan makanan. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan hak atas kesehatan, keselamatan anak, dan pangan yang layak.
Baca juga: Buntut Dugaan Keracunan MBG, Operasional SPPG Bangsalsari Karangsono Jember Disuspensi
“Sungguh ironis program yang digadang sebagai solusi gizi nasional untuk kesehatan berubah menjadi malapetaka bertubi-tubi dengan puluhan ribu siswa menjadi korban keracunan.”, ungkapnya.
Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara MBG dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengolahan, penyimpanan, distribusi, serta pengawasan makanan. Organisasi tersebut juga meminta investigasi menyeluruh dan proses hukum yang transparan terhadap kasus keracunan yang terjadi.
Baca juga: Berikut Menu Penyebab Terjadinya Keracunan MBG di 12 Sekolah Surabaya
“Pemerintah harus segera menghentikan program ini untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban.”, tegasnya.onw
Editor : Redaksi