JAKARTA- Slogan bisa membuat orang ingat. Tapi yang membuat publik percaya adalah kerja yang benar-benar terlihat.
Nama Joko Widodo kembali ramai dibicarakan setelah akun resmi PSI menyebut “kerja, kerja, kerja” sebagai prinsip yang dianggap melekat pada dirinya.
Baca juga: PSI Manfaatkan Jokowi untuk Bajak Kader PDIP
Pernyataan itu muncul bersamaan dengan pesan Jokowi kepada kader PSI di Kupang. Ia mengingatkan agar kader tidak cepat berpuas diri dan mulai memperkuat organisasi sampai tingkat desa sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029.
Yang menurut saya cukup menarik adalah cara Jokowi melihat kekuatan sebuah partai. Menurutnya, ukuran kekuatan tidak berhenti pada berapa banyak kursi yang berhasil diperoleh di parlemen. Struktur organisasi yang hidup dari tingkat daerah sampai desa juga dianggap penting.
Jokowi juga meminta kader PSI untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya muncul ketika musim politik datang, tetapi mau mendengar keluhan warga dan berusaha menyelesaikan persoalan melalui mekanisme organisasi.
Baca juga: PSI Minta Ade Armando Introspeksi Diri
Bahkan, ia meminta kader tidak langsung datang kepadanya ketika menghadapi masalah. Jalurnya dimulai dari tingkat DPD, kemudian DPW, lalu DPP. Jika seluruh mekanisme itu belum mampu menyelesaikan persoalan, barulah bantuan lebih lanjut dapat diminta.
Buat saya, pesan ini punya sisi yang menarik. Popularitas seorang tokoh memang bisa membantu menarik perhatian publik, tetapi sebuah partai tidak bisa selamanya bergantung pada satu figur.
Organisasi justru diuji ketika kader di tingkat bawah mampu bekerja tanpa harus selalu menunggu tokoh utama turun tangan.
Tentu, target besar menuju 2029 masih merupakan target. Hasil akhirnya akan ditentukan oleh bagaimana kerja politik itu benar-benar dijalankan di lapangan.far
Editor : Redaksi