LAMONGAN – Penempatan shelter Bus Trans Jatim di Desa Balongtawun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, disorot warga, khususnya masyarakat Dusun Jirekan.
Warga menilai lokasi shelter tidak sesuai dengan titik yang sebelumnya diajukan Pemerintah Desa Balongtawun. Shelter tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan karena berada di sekitar jembatan penghubung antardesa.
Kepala Desa Balongtawun Safwan Hadi mengatakan, pemerintah desa telah menyampaikan keluhan terkait penempatan shelter tersebut. Menurutnya, lokasi pembangunan berbeda dengan titik yang sebelumnya diajukan dan dibahas.
“Pemerintah desa sebelumnya sudah mengajukan titik lokasi shelter. Namun, pada pelaksanaannya justru dibangun di lokasi yang berbeda, yakni di dekat jembatan dan kawasan Gapura pertama Dusun Jirekan,” ujar Safwan.
Ia mengatakan pembangunan shelter dilakukan tanpa pemberitahuan kepada Pemerintah Desa Balongtawun.
Menurut Safwan, posisi shelter setelah jembatan perlu dikaji karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas.
Warga juga menilai lokasi shelter terlalu berada di ujung desa sehingga kurang strategis. Mereka berharap shelter dipindahkan ke lokasi yang lebih mudah diakses, khususnya di sekitar Gapura Kedua atau Gapura Ketiga Dusun Jirekan.
“Harapan kami Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan segera melakukan peninjauan kembali terhadap lokasi shelter tersebut dan mempertimbangkan relokasi sesuai dengan usulan pemerintah desa serta aspirasi masyarakat,” kata Safwan.
Pemerintah Desa Balongtawun telah menyiapkan dokumentasi berupa foto sejumlah titik alternatif di sekitar Gapura Kedua dan Gapura Ketiga Dusun Jirekan. Dokumentasi itu diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan lokasi shelter yang lebih strategis, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, pihak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan. Konfirmasi telah disampaikan melalui WhatsApp, namun pesan masih berstatus centang dua dan belum mendapat tanggapan.
Reporter: M.Yusuf AL Ghoni
Editor : Redaksi