SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem transmisi listrik yang andal guna menopang pertumbuhan industri dan ekonomi di Jawa Timur. Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang Surabaya Electric Forum 2026, bagian dari rangkaian Electric & Power Indonesia Surabaya yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya pada 15–18 Juli 2026.
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi ketenagalistrikan, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, hadir sebagai narasumber pada sesi panel hari kedua, Kamis (16/7), dengan tema "Keandalan Pasokan Tenaga Listrik untuk Mendukung Pertumbuhan Industri di Jawa Timur."
Pada kesempatan itu, Ika menjelaskan bahwa implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 membutuhkan sistem transmisi yang semakin andal, fleksibel, dan adaptif. Hal tersebut dinilai penting untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan listrik sekaligus mempercepat integrasi pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) ke dalam sistem kelistrikan nasional.
"PLN terus memperkuat keandalan sistem transmisi sebagai tulang punggung penyaluran tenaga listrik. Melalui penguatan infrastruktur, transformasi digital, serta pengelolaan aset yang optimal, kami memastikan pasokan listrik tetap andal untuk mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi Jawa Timur," ujar Ika Sudarmaja.
Sebagai unit yang mengelola jaringan transmisi dan gardu induk strategis di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali, PLN UIT JBM memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Keandalan sistem transmisi menjadi faktor utama dalam mendukung pengembangan kawasan industri, menarik investasi, hingga mempercepat integrasi pembangkit energi bersih ke jaringan kelistrikan nasional.
Keikutsertaan PLN UIT JBM dalam Surabaya Electric Forum 2026 juga menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan asosiasi ketenagalistrikan dalam membangun ekosistem energi yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Melalui sinergi tersebut, PLN berharap implementasi RUPTL 2025–2034 dapat berjalan optimal sehingga sistem kelistrikan nasional semakin tangguh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor industri di Jawa Timur maupun Indonesia. tyan
Editor : Redaksi