UMKM Junrejo Terpuruk, Diskumperindag Baru Bergerak Setelah Keluhan Mencuat

Diskumperindag Kota Batu mengadakan pertemuan dengan Kades Junrejo dan pelaku UMKM.
Diskumperindag Kota Batu mengadakan pertemuan dengan Kades Junrejo dan pelaku UMKM.

BATU - Keluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Junrejo yang mengaku usahanya nyaris mati suri akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kota Batu. 

Menindaklanjuti pemberitaan yang beredar, Plt Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu langsung menurunkan tim yang dipimpin Sekretaris Dinas untuk menemui Pemerintah Desa Junrejo dan perwakilan pelaku UMKM.

Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Junrejo itu dihadiri Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, bersama tiga perwakilan pelaku UMKM. Sebelum dialog dimulai, kepala desa meminta para pelaku UMKM menyampaikan seluruh aspirasi dan persoalan yang dihadapi secara terbuka kepada tim Diskumperindag.

 

"Kami berharap Diskumperindag bisa memahami kondisi para pelaku UMKM. Mereka tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah karena memang situasi ekonomi sedang sulit. Namun, mereka membutuhkan perhatian agar tetap memiliki semangat untuk bertahan," ujar Andi Faizal Hasan, Senin (6/7/2026).

Menurut Andi, permintaan para pelaku UMKM sebenarnya cukup sederhana, yakni Pemerintah Kota Batu kembali memperbanyak penyelenggaraan pameran UMKM sebagai wadah promosi dan pemasaran produk lokal.

"Dalam kondisi seperti sekarang, yang mereka harapkan adalah kesempatan mengikuti pameran agar produk mereka kembali dikenal masyarakat dan penjualan meningkat," katanya.

Andi menambahkan, dalam pertemuan tersebut Diskumperindag merespons aspirasi para pelaku UMKM secara positif dan berjanji akan menindaklanjuti usulan tersebut kepada Wali Kota Batu.

Sementara itu, Sekretaris Diskumperindag Kota Batu, Nurbianto Puji Mahastoto Ika atau yang akrab disapa Antok, mengatakan pihaknya menerima sejumlah masukan penting dari hasil dialog bersama Pemerintah Desa Junrejo dan pelaku UMKM.

"Nanti akan kami susun semacam nota kebijakan yang akan kami sampaikan kepada Wali Kota Batu sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan," ujar Antok.

Ia mengakui, salah satu persoalan yang mengemuka adalah berkurangnya kegiatan pameran UMKM akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

"Memang salah satu pembahasan adalah keinginan pelaku UMKM agar lebih banyak dilibatkan dalam kegiatan pameran. Namun sejak adanya efisiensi anggaran, intensitas penyelenggaraan pameran mengalami penurunan," jelasnya.

Terkait permintaan agar Diskumperindag turun langsung meninjau kondisi para pelaku UMKM di lapangan, Antok mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memetakan dan mengkaji persoalan yang ada agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

"Kami akan melakukan pemetaan permasalahan terlebih dahulu sehingga solusi yang nantinya diterapkan benar-benar sesuai dengan koridor regulasi," pungkasnya. (Ton)

Editor : Redaksi