JEMBER- Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan Kabupaten Jember saat menyampaikan nota pengantar sejumlah rancangan peraturan daerah (Raperda) dalam rapat paripurna DPRD Jember, Sabtu (20/06/2026).
Di hadapan anggota dewan, ia menegaskan bahwa Jember berhasil keluar dari masa perlambatan dan kembali menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di wilayah Tapal Kuda.
Menurut Gus Fawait, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang 2025. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga pendapatan asli daerah (PAD) mengalami lonjakan signifikan yang menjadi modal penting menuju kemandirian fiskal.
"Dengan cinta, kita wujudkan Jember baru yang lebih sejahtera dan maju," kata Gus Fawait saat membuka pemaparannya dalam rapat paripurna.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Ia menyebut capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan hasil sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.
"Kalau tidak ada sinergi antara eksekutif dan legislatif, saya yakin kita punya pengalaman tidak mendapatkan WTP. Alhamdulillah tahun 2025 kita kembali menunaikan kewajiban dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian," ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Jember mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen pada tahun 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Gus Fawait menilai capaian itu menjadi bukti bahwa perekonomian Jember telah kembali berada pada jalur yang tepat setelah sempat terdampak pandemi Covid-19.
"Setelah Covid, kita telah kembali on the track. Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Jember adalah yang tertinggi selama lima tahun dan melebihi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional," tegasnya.
Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, iklim investasi di Jember juga menunjukkan perkembangan pesat. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi, nilai investasi di Kabupaten Jember meningkat hingga 70,2 persen, dari Rp1,51 triliun pada 2024 menjadi Rp2,57 triliun pada 2025.
Kenaikan tersebut ditopang oleh 457 unit usaha yang menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja. Bahkan, realisasi investasi itu melampaui target RPJMD hingga mencapai 139 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,67 persen atau sekitar 216 ribu jiwa. Menurut Gus Fawait, angka tersebut merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir.
"Capaian angka kemiskinan tahun ini merupakan angka terendah selama 10 tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata Jawa Timur," katanya.
Prestasi lain yang mendapat perhatian adalah melonjaknya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2025, PAD Jember menembus angka Rp1,058 triliun atau naik 36,78 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp774 miliar.
Menurut Gus Fawait, kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang, bahkan tertinggi secara persentase di Jawa Timur.
"Sebuah daerah maju tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari PAD yang dicapai. Berdasarkan dua instrumen itu, performa ekonomi terbaik di wilayah Tapal Kuda tahun 2025 dicapai oleh Kabupaten Jember," ujarnya.
Ia menambahkan, capaian PAD yang menembus angka psikologis Rp1 triliun menunjukkan bahwa Jember sedang bergerak menuju kemandirian fiskal. Pemerintah daerah pun optimistis angka tersebut dapat terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyoroti pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 yang mencapai sekitar 6,9 persen. Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari optimalisasi berbagai program nasional yang masuk ke Jember, mulai dari sektor pertanian, revitalisasi sekolah, koperasi desa, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat, Pemkab Jember tetap mampu menjaga stabilitas fiskal daerah. Pemerintah memastikan tunjangan pegawai tidak dipotong dan tetap melanjutkan komitmen terhadap tenaga PPPK maupun PPPK paruh waktu.
"Jember menjadi satu-satunya kabupaten yang tidak memotong TPP ASN. Kita juga siap melanjutkan kontrak PPPK dan PPPK paruh waktu selama kinerjanya baik," tegasnya.
Menutup pidatonya, Gus Fawait mengajak DPRD untuk terus memperkuat sinergi demi menarik lebih banyak program pembangunan dari pemerintah pusat. Ia optimistis Jember dapat kembali menjadi salah satu lumbung pangan utama Jawa Timur setelah berhasil masuk tiga besar kabupaten penghasil beras terbesar di provinsi tersebut pada akhir 2025.
"Jember sebagai kekuatan ekonomi yang sempat tertidur selama 10 tahun telah kembali bangkit. Jika sinergi ini terus terjaga, maka akan semakin banyak program pemerintah pusat yang datang ke Kabupaten Jember," pungkasnya.jb
Editor : Redaksi