SURABAYA (Realita) — Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Event tahunan yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur ini sukses menarik antusiasme tinggi masyarakat, dengan mencatatkan ratusan ribu pengunjung serta nilai transaksi ekonomi syariah yang fantastis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa hingga penutupan acara pukul 16.00 WIB, FESyar Jawa 2026 berhasil menyedot perhatian sebanyak 294.764 pengunjung hybrid.
"Penyelenggaraan FESyar Jawa 2026 secara hybrid mendapatkan antusiasme yang luar biasa. Sampai penutupan ini, total mencapai 294.764 pengunjung," ujar Ibrahim di acara penutupan yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, sejumlah Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Jawa Timur, dan para undangan.
Ibrahim merincikan, antusiasme masyarakat tersebut terdiri dari 26.531 pengunjung luring yang hadir langsung di tiga titik lokasi utama, yakni Grand City, Masjid Al-Akbar Surabaya, dan Universitas Ciputra, serta 268.233 pengunjung melalui laman resmi Fesyarjawa.com. Selain itu, siaran digital di kanal YouTube KPw BI Jatim mencatat 7.101 viewers, sementara platform Instagram resmi disaksikan lebih dari 1,99 juta viewers.
Etalase UMKM dan Capaian Business Matching
Gelaran ini juga menjadi panggung utama bagi 270 UMKM syariah binaan yang bergerak di berbagai sektor, seperti kuliner halal, fashion, home decor, unit usaha pondok pesantren, hingga koperasi.
Dari pameran tersebut, tercatat total transaksi penjualan langsung UMKM mencapai Rp8,21 miliar. Tak hanya transaksi ritel, FESyar Jawa 2026 yang didukung oleh perbankan syariah, lembaga Ziswaf, dan calon pembeli potensial (potential buyer) berhasil memfasilitasi business matching dengan nilai total menembus Rp80,86 miliar.
Disampaikan pula capaian business matching, yang mencakup Komitmen Pembiayaan sebesar Rp37,60 miliar, dan Realisasi Transaksi Perdagangan sebesar Rp43,26 miliar. Kemudian, Pengembangan Kapasitas, sebanyak 289 UMKM mengikuti business coaching dan 242 sesi konsultasi one-on-one.
Penghimpunan Dana Sosial Syariah
Selain mendorong sektor riil dan pembiayaan, kegiatan ini juga memperkuat pilar ekonomi sosial Islam melalui penghimpunan dana wakaf. Sebanyak 1.372 wakif berpartisipasi dengan total wakaf terhimpun sebesar Rp60.397.008, yang disalurkan melalui platform WAKAFein (Rp17,39 juta) serta kegiatan Wakaf Fun Walk & Kajian Bersama Ustadz Hanan Attaki (Rp43 juta).
Menutup laporannya, Ibrahim menegaskan bahwa FESyar Jawa 2026 merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah regional, sekaligus sebagai bagian dari Bulan Pembiayaan Syariah. "Semoga menjadi berkah dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, tahan uji, dan berkelanjutan di Jawa Timur," ucapnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak di acara ini mengingatkan bahwa negara tetangga yang mayoritas penduduknya non-Muslim seperti Thailand dan Filipina saat ini sedang gencar memperebutkan posisi untuk menjadi pusat keuangan syariah dan pasar produk halal di kawasan Asia.
"Melihat agresivitas negara lain, penting bagi Indonesia khususnya Jawa Timur yang memiliki basis pesantren dan komunitas Muslim terbesar untuk terus berakselerasi dan memperkuat ekosistem industri halal agar mampu memenangkan pasar global," ujar Emil.
Penutupan FESyar Jawa 2026 ini menjadi momentum untuk mengonversi komitmen menjadi aksi nyata melalui sinergi antarpelaku usaha, pesantren, pemerintah, dan Bank Indonesia, terutama dalam memanfaatkan transformasi teknologi digital guna memperluas akses pembiayaan serta pasar syariah.gan
Editor : Redaksi