JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, akhirnya buka suara merespons polemik iklan konten media sosialnya di platform Meta yang disebut-sebut menghabiskan dana hingga hampir Rp200 juta.
Secara blak-blakan, Sudaryono membenarkan nominal tersebut, namun menegaskan bahwa seluruh biaya promosi (boosting) murni berasal dari kantong pribadinya, bukan menggunakan anggaran negara.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dardardar_30, pada Jumat (25/9).
Ia menjelaskan bahwa langkah boosting berbayar tersebut sengaja dilakukan selama periode Juli hingga September guna memperluas jangkauan informasi positif terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar viral di tengah masyarakat.
"Lagi rame nih di medsos. Medsos saya itu saya boosting supaya viral di Meta. Kalau nggak salah dua ratus juta apa ya, dari Juli sampai September," ungkap Sudaryono.
Lebih lanjut, ia merasa heran mengapa inisiatifnya menggunakan dana pribadi untuk mempromosikan program pemerintah justru dipersoalkan oleh sejumlah pihak.
Menurutnya, penyebaran berita baik sangat krusial untuk mengimbangi narasi negatif yang sering kali sengaja dihembuskan di dunia maya.
"Saya bilang, lho, salahnya apa? Saya boosting pakai uang saya sendiri, bukan pakai anggaran, ya kan. Dan saya berkepentingan untuk bagaimana mensyiarkan berita-berita yang baik itu di tengah satu cara yang dibikin-bikin oleh orang-orang," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Sudaryono menyinggung fenomena framing negatif yang kerap menyudutkan pihak-pihak yang sudah bekerja keras. Ia menyebut taktik tersebut dengan istilah 'DFK', sebuah akronim dari Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian.
"Orang yang kerja baik dibilang nggak baik. Orang yang kerjanya sudah bagus, itu kemudian dia DFK namanya," pungkasnya.md
Editor : Redaksi