BATU- Pemerintah Desa Beji, Kota Batu, berencana mengubah kantor desa lama di Jalan Soekarno menjadi Mal UMKM atau pusat oleh-oleh yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
Kepala Desa Beji, Dany Cahyono, mengatakan pembangunan Mal UMKM bertujuan memperkuat pemasaran produk unggulan desa, terutama aneka olahan tempe yang selama ini menjadi ikon Desa Beji.
Baca juga: Ketua LSM Alap-Alap Optimistis Sekda Baru Mampu Perkuat Birokrasi Kota Batu
"Produk unggulan Desa Beji seperti keripik tempe, stik tempe, pia tempe, hingga brownies tempe akan dipusatkan pemasarannya di Mal UMKM. Seluruh produk tersebut merupakan hasil olahan warga, khususnya ibu-ibu PKK, dengan dukungan pemasaran dari Karang Taruna dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)," ujar Dany, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, anggaran renovasi bersumber dari APBDes yang saat ini masih dalam tahap penyusunan. Renovasi tidak dilakukan secara total, melainkan hanya menambah dan menata beberapa bagian bangunan.
Baca juga: Wali Kota Tegaskan, Tidak Ada Visi-Misi Sekda, Semua Harus Bergerak untuk Mbatu Sae
"Pagar depan akan dibongkar agar akses kendaraan lebih mudah. Ruang pelayanan akan dijadikan area display produk, sedangkan bekas pendopo akan difungsikan sebagai galeri batik," jelasnya.
Dany menambahkan, rencana tersebut seiring dengan pemindahan kantor Pemerintah Desa Beji ke gedung baru di kawasan Jalan Sawahan Bawah. Pemindahan dilakukan untuk menghadirkan kantor desa yang lebih representatif sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas saat kegiatan pemerintahan berlangsung di Jalan Soekarno.
Ia juga memastikan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menghambat pengembangan BUMDes. Sebaliknya, kedua lembaga tersebut akan dikolaborasikan untuk memperkuat pemasaran produk UMKM Desa Beji.ton
Editor : Redaksi